News
·
7 Oktober 2020 7:54

Api Abadi Mrapen Padam, Bagaimana Nasib Obor PON?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Api Abadi Mrapen Padam, Bagaimana Nasib Obor PON? (15597)
searchPerbesar
Api Abadi Mrapen. Foto: Wikimedia
Api Abadi Mrapen yang terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, padam.
ADVERTISEMENT
Api yang biasa digunakan untuk perhelatan berbagai peristiwa besar, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga Asian Games 2018 itu kini tak lagi berkobar.
Lalu, dari mana nantinya sumber api dari obor berbagai peristiwa besar di Indonesia? Kepala Seksi Energi Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Sinung Sugeng Arianto masih mengkajinya.
"Kita kaji bagaimana caranya, ada beberapa opsi tapi biar pimpinan yang menentukan," ujar Sinung, kepada wartawan, Rabu (7/10).
Api Abadi Mrapen Padam, Bagaimana Nasib Obor PON? (15598)
searchPerbesar
Penyatuan api obor dari India dan Mrapen menandai dimulainya perjalanan api obor Asian Games 2018. Foto: Antara/Ismar Patrizki
Seperti diketahui, Api Abadi Mrapen itu merupakan sumber obor peristiwa besar. Misalnya, misalnya pesta olahraga internasional Ganefo I tanggal 1 November 1963.
Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai PON X tahun 1981. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk obor upacara hari raya Waisak.
ADVERTISEMENT
Dalam waktu dekat, akan digelar Pekan Olahraga Nasional XX, , atau PON Papua 2021. Pekan Olahraga Nasional 2021 akan berlangsung pada 20 Oktober hingga 4 November 2021.
Sinung berharap, api abadi itu bisa kembali menyala. Dia bahkan berikhtiar untuk mempertahankan situs yang disebut-sebut ada karena Sunan Kalijaga itu.
Api Abadi Mrapen Padam, Bagaimana Nasib Obor PON? (15599)
searchPerbesar
Kondisi situs Api Abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2020). Foto: Yusuf Nugroho/ANTARA FOTO
"Tapi yang jelas kita akan tetap pertahanan situs api mrapen ini," ujar Sinung.
Sejauh ini, terdapat sejumlah api abadi selain di Mrapen. Di antaranya ada di Api Abadi Kayangan di Bojonegoro, Api Abadi Bekucuk di Mojokerto, hingga Api Abadi Biru Kawah Ijen.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)