Arab Saudi Belum Setujui Vaksin Sinovac dan Sinopharm

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pekerja medis memegang dosis vaksin Sinovac di fasilitas kesehatan. Foto: REUTERS/ Willy Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pekerja medis memegang dosis vaksin Sinovac di fasilitas kesehatan. Foto: REUTERS/ Willy Kurniawan

Arab Saudi hingga kini belum menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 buatan pabrikan China, Sinovac dan Sinopharm. Hal ini disampaikan jubir Kemenkes Mohammed al-Abd al-Ali.

“Kami belum menyetujui pemberian vaksin Sinopharm dan Sinovac,” ujarnya seperti dikutip dari Arab News, Senin (9/8/2021).

Pernyataan itu merupakan bantahan terhadap rumor yang beredar.

Suasana pusat vaksinasi di Arab Saudi. Foto: Twitter/@SaudiMOH

Namun, sebelumnya, Arab Saudi menyatakan, mereka yang hendak memasuki negara tersebut dan telah mendapatkan dua dosis vaksin Sinovac dan Sinopharm, maka harus mendapat booster satu suntikan dari salah satu vaksin yang disetujui Arab Saudi. Keempat vaksin itu dari pabrikan Moderna, Pfizer, AstraZeneca, dan Johnson and Johnson/Janssen.

“Para tamu/pelancong yang telah menyelesaikan dua dosis vaksin Sinopharm atau Sinovac akan diterima jika mereka telah menerima dosis tambahan salah satu dari empat vaksin yang disetujui di Kerajaan,” tulis Kementerian Pariwisata pada portal pengajuan visa (e-visa) Arab Saudi dikutip dari Al-Arabiya.

kumparan post embed