News
·
4 September 2020 9:38

Arab Saudi dan Bahrain Izinkan Penerbangan UEA-Israel Lewat Wilayah Udaranya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Arab Saudi dan Bahrain Izinkan Penerbangan UEA-Israel Lewat Wilayah Udaranya (129384)
Penasihat senior Presiden AS Jared Kushner, Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien dan Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat turun dari pesawat di Bandara Internasional Abu Dhabi, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, (31/8). Foto: Christopher Pike/REUTERS
Arab Saudi dan Bahrain mengizinkan pesawat komersial rute Uni Emirat Arab (UEA)-Israel dan sebaliknya melewati wilayah udaranya. Persetujuan ini menyusul normalisasi hubungan UEA dan Israel yang ditengahi AS bulan lalu.
ADVERTISEMENT
Presiden Donald Trump mengumumkan normalisasi UEA dan Israel pada 13 Agustus 2020.
Hal ini disusul dengan kedatangan rombongan pejabat AS dipimpin menantu sekaligus penasihat senior Trump, Jared Kushner, ke UEA untuk mengawal rombongan PM Benjamin Netanyahu.
Sumber-sumber menyebut, Kushner perlu mengawal Netanyahu untuk mengikis hambatan-hambatan proses normalisasi.
Kushner, Netanyahu, dan rombongan terbang dengan pesawat komersial El Al dari Tel Aviv pada Senin, 31 Agustus 2020.
Rute tercepat dari Israel menuju UEA adalah lewat wilayah udara Arab Saudi. Arab Saudi yang dikenal dekat dengan AS pun mengizinkan pesawat melintas.

Jared Kushner ke Arab Saudi

Arab Saudi dan Bahrain Izinkan Penerbangan UEA-Israel Lewat Wilayah Udaranya (129385)
Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner (kiri) bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman selama kunjungannya ke Riyadh, Arab Saudi, Selasa (1/9). Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS
Setelah pendaratan pesawat komersial dari Israel ke UEA yang bersejarah itu, Jared Kushner bertamu ke Arab Saudi. Dia ditemui oleh Putra Mahkota Pangeran MbS, Selasa (1/9).
ADVERTISEMENT
Tak lama setelah pertemuan, Arab Saudi mengizinkan wilayahnya dilewati oleh semua penerbangan komersial dari dan ke UEA. Artinya, rute penerbangan UEA-Israel ke depan tidak perlu lewat jalan memutar di Semenanjung Arab yang jauh dan berisiko.
Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan pada Rabu (2/9) menegaskan bahwa keputusan untuk mengizinkan penerbangan ke dan dari Uni Emirat Arab untuk menggunakan wilayah udara Saudi tidak akan mengubah posisi lama Kerajaan Arab Saudi dalam perjuangan Palestina.
Arab Saudi dan Bahrain Izinkan Penerbangan UEA-Israel Lewat Wilayah Udaranya (129386)
Layar overhead menampilkan peta yang menunjukkan rute penerbangan pesawat El Al dari Israel dalam perjalanan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (31/8). Foto: Nir Elias/Pool Photo via AP
“Sikap tegas dan tetap Kerajaan terhadap perjuangan Palestina dan rakyat Palestina tidak akan berubah dengan mengizinkan wilayah udara Kerajaan untuk penerbangan yang datang ke Uni Emirat Arab dan berangkat dari sana ke semua negara,” ujar Menlu dalam akun Twitternya yang dikutip dari Saudi Gazette.
ADVERTISEMENT
"Kerajaan menghargai semua upaya yang ditujukan untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi sesuai dengan Prakarsa Perdamaian Arab," tambahnya.
Prakarsa Perdamaian Arab diinisiasi oleh Arab Saudi tahun 2002. Prakarsa ini berisi syarat normalisasi Arab-Israel, yaitu penarikan penuh Israel dari wilayah Palestina yang didudukinya dalam Perang Enam Hari 1967 dan berdirinya Negara Palestina.
Arab Saudi dan Bahrain Izinkan Penerbangan UEA-Israel Lewat Wilayah Udaranya (129387)
Aksi unjuk rasa warga Palestina terkait perdamaian Israel dan UEA. Foto: Muhammad Torokman/Reuters

Bahrain Juga Mengizinkan

Langkah Arab Saudi diikuti Bahrain. Negara yang juga telah dikunjungi Jared Kushner awal bulan ini tersebut mengizinkan wilayah udaranya dilintasi penerbangan dari UEA ke Israel dan sebaliknya.
Menurut Saudi Gazette mengutip kantor berita Bahrain, Jumat (4/9), Bahrain akan mengizinkan semua penerbangan yang datang dan berangkat dari UEA ke semua negara untuk melintasi wilayah udaranya.
ADVERTISEMENT
Disebutkan, Badan Penerbangan Sipil di Kementerian Transportasi dan Telekomunikasi telah menyetujui permintaan yang diterimanya dari Otoritas Penerbangan Sipil Umum di Uni Emirat Arab terkait hal ini.