Arab Saudi Kembali Berlakukan Lockdown di Jeddah Selama 2 Minggu

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria mengenakan masker di provinsi Qatif, Arab Saudi. Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria mengenakan masker di provinsi Qatif, Arab Saudi. Foto: REUTERS

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kembali memberlakukan lockdown selama dua pekan di Kota Jeddah mulai Jumat (5/6). Pemberlakuan lockdown kembali dilakukan pemerintah Arab Saudi untuk menekan adanya lonjakan kasus baru corona khususnya di Jeddah.

Dilansir AFP, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan bahwa pemberlakuan lockdown tersebut didasarkan atas kajian epidemiologi.

"Setelah meninjau situasi epidemiologi dan meningkatnya angka okupansi pada fasilitas kesehatan, diputuskan untuk mengambil tindakan pencegahan kesehatan yang ketat di Kota Jeddah selama dua minggu," kata kementerian kesehatan seperti dikuti dari AFP, Sabtu (6/6).

Penerapan social distancing saat salat dekat Ka'bah di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadhan. Foto: Saudi Press Agency via REUTERS

Tak hanya kembali memberlakukan lockdown, sejumlah aturan turunan lainnya pun kembali diberlakukan bagi seluruh masyarakat di Jeddah.

Aturan pada masa lockdown itu di antaranya pemberlakuan jam malam mulai pukul 3 sore hingga 6 pagi waktu setempat, pelarangan pelaksanaan salat di masjid, serta perintah untuk tetap berkegiatan di rumah tak terkecuali bagi para pekerja baik di sektor publik maupun swasta.

Selain di Jeddah, pemerintah Kerajaan Arab Saudi pun membuka opsi untuk memberlakukan masa lockdown di Riyadh. Hal itu didasarkan pada angka infeksi yang masih terus bertambah di Riyadh setiap harinya.

embed from external kumparan

Sebelumnya Arab Saudi telah mengumumkan setidaknya ada 96.000 angka positif corona dan 642 angka kematian selama masa pandemi terjadi.

Akibat pandemi itu pula, pemerintah menunda pelaksanaan kegiatan umrah dan haji untuk tahun ini. Hal itu dilakukan untuk menekan agar virus itu tak menjangkiti kota-kota lain di Saudi.

Umat muslim berdoa saat menyambut malam Lailatul Qadar dengan menerapkan jaga jarak selama bulan suci Ramadan di Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi (19/5). Foto: REUTERS

Meski Pemerintah Indonesia dan beberapa negara islam lainnya telah memutuskan untuk tak memberangkatkan jemaah haji mereka tahun ini, namun pemerintah Saudi belum memutuskan hal itu secara resmi. Kendati demikian pemerintah Saudi telah mendesak seluruh umat Islam untuk menunda sementara persiapan untuk pelaksanaan ibadah baik umrah maupun haji pada tahun ini.

------------------------------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

Saksikan video menarik di bawah ini: