Arab Saudi Sambut 1 Juta Jemaah Haji, Terbesar Sejak Pandemi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, di kota suci Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/7/2022). Foto: Mohammed Salem/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, di kota suci Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/7/2022). Foto: Mohammed Salem/REUTERS

Jemaah berjubah putih dari seluruh dunia telah memadati jalan-jalan Kota Makkah, menjelang ibadah haji terbesar sejak pandemi COVID-19.

Satu juta orang, termasuk 850.000 dari luar negeri, akan menjalankan ibadah haji. Hingga saat ini, pihak berwenang melaporkan 650.000 peziarah luar negeri telah tiba di Arab Saudi.

Spanduk menyambut umat menghiasi alun-alun dan gang. Pasukan keamanan bersenjata berpatroli di kota kuno Makkah, tempat kelahiran Nabi Muhammad.

"Ini adalah kegembiraan murni," kata jemaah Sudan, Abdel Qader Kheder, menjelang puncak haji yang diperkirakan akan dimulai pada Rabu (6/7), dikutip dari AFP.

"Saya hampir tidak percaya saya di sini. Saya menikmati setiap momen," sambung dia.

Pasukan militer Saudi mengambil bagian dalam parade di Makkah, Arab Saudi, Minggu (3/7/2022) dalam rangka pengamanan ibadah haji. Foto: AFP

Ibadah haji tahun ini akan berada di bawah penjagaan sanitasi yang ketat. Masjidil Haram akan digosok dan didesinfeksi 10 kali sehari oleh lebih dari 4.000 pekerja pria dan wanita. Lebih dari 130.000 liter desinfektan digunakan setiap kali.

Sejak dua tahun lalu, jumlah jemaah haji telah dikurangi secara drastis oleh pihak berwenang untuk menghindari klaster global pandemi.

Pada 2019, sekitar 2,5 juta orang mengambil bagian dalam tawaf, yaitu ritual mengitari Ka'bah di Masjidil Haram, berkumpul di padang Arafah atau wukuf, dan melempar jumroh di Mina.

Haji tahun 2020 hanya diikuti sedikit jemaah. Foto: Sultan Al-Masoudi/Handout via REUTERS

Kemudian ketika COVID-19 merebak pada 2020, orang asing dilarang untuk melakukan ibadah haji. Jemaah domestik dibatasi hanya 1.000 orang berdasar seleksi dan semuanya ditanggung pemerintah.

Lalu pada 2021, jumlah jemaah telah meningkat menjadi 60.000 orang karena sudah banyak orang Saudi yang menerima vaksinasi penuh.

Pelaksanaan Haji

Jemaah haji mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, di kota suci Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/7/2022). Foto: AFP

Masker tidak lagi wajib di sebagian besar ruang tertutup di Arab Saudi, namun akan menjadi wajib di Masjidil Haram. Jemaah haji dari luar negeri harus menyerahkan hasil tes PCR negatif.

Sejak awal pandemi, Arab Saudi telah mencatat lebih dari 795.000 kasus virus corona, 9.000 di antaranya menyebabkan kematian.

Selain COVID-19, tantangan lain adalah teriknya matahari di salah satu negara yang terkering dan terhangat di dunia yang semakin ekstrem akibat dampak perubahan iklim.

Meskipun musim panas baru saja dimulai, suhu sudah mencapai 50 derajat Celsius di beberapa bagian Arab Saudi.

Namun bagi jemaah dari Irak, Ahmed Abdul-Hassan al-Fatlawi, cuaca panas adalah hal terakhir yang dia pikirkan saat berada di Mekah.

"Saya berusia 60 tahun, jadi wajar jika saya lelah secara fisik karena cuaca panas, tetapi saya dalam keadaan tenang, dan itu yang terpenting bagi saya," kata al-Fatlawi.

Jemaah Indonesia

Rombongan Jemaah Haji asal Majalengka dan Bogor saat tiba di bandara. Foto: Kemenag RI

Dari ratusan ribu jemaah haji asing, jemaah regular asal Indonesia berjumlah lebih dari 92 ribu. Seluruh jemaah reguler sudah berada di tanah suci.

Dua kloter terakhir jemaah haji Indonesia dilaporkan tiba pada Minggu (3/7).

"Alhamdulillah kita bersyukur ke hadirat Allah, 240 kloter sudah tiba di Kota Makkah, dengan ini seluruh kloter sudah tiba dengan jumlah jemaah 92.668 jemaah dan petugas," ucap Kadaker Makkah, Mukhammad Khanif, di Makkah.

Data tersebut adalah jemaah haji reguler yang dikelola oleh Kemenag. Sementara jemaah di bawah Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) masih mungkin menerbangkan jemaah haji ke Saudi.

Penulis: Sekar Ayu.