Arab Saudi Tingkatkan Jumlah Jemaah Haji yang Diizinkan Tahun Ini Menjadi 1 Juta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji saat menjalani wukuf di padang Arafah, di luar kota suci Mekah, Arab Saudi, Senin (19/7). Foto: Ahmed Yosri/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji saat menjalani wukuf di padang Arafah, di luar kota suci Mekah, Arab Saudi, Senin (19/7). Foto: Ahmed Yosri/REUTERS

Pemerintah Arab Saudi meningkatkan jumlah jemaah haji yang diizinkan tahun ini menjadi 1 juta baik dari dalam maupun luar kerajaan. Hal ini disampaikan kantor berita Saudi, SAP, Sabtu (9/4) pagi.

Jumlah ini tentu lebih besar dibandingkan haji 2020 yang hanya seribu jemaah dan haji 2021 yang hanya 60 ribu jemaah.

Dikutip dari Reuters, untuk haji 2022 Kementerian Haji hanya mengizinkan jemaah yang berusia di bawah 65 tahun untuk melaksanakan ibadah dan mereka harus sudah menerima dua dosis vaksn.

Kementerian juga menambahkan, jemaah dari luar negeri harus membawa hasil PCR negatif COVID-19 dan tindakan pencegahan kesehatan akan diamati.

Kuota Haji Takkan Sama

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas mendapat kepastian bahwa Arab Saudi akan mengizinkan jemaah dari luar Saudi. Kepastian ini didapat usai Gus Yaqut bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq F. Al-Rabiah di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (20/3).

Jemaah umrah kembali berdatangan ke Masjidil Haram usai pelaksanaan haji 2021 berakhir . Foto: gph.gov.sa

"Saya kemarin bertemu Menteri Haji dan Umrah Saudi, saya mendapat penjelasan bahwa akan ada pemberangkatan jemaah haji tahun ini dari luar Saudi," kata Gus Yaqut.

Gus Yaqut juga mendiskusikan kemungkinan jumlah kuota haji Indonesia dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah. Gus Yaqut berharap Indonesia bisa mendapatkan kuota yang ideal seiring dengan banyaknya jemaah yang sudah menunggu dan rindu ke Tanah Suci.

"Saya tegaskan bahwa Indonesia siap melaksanakan haji dan memohon agar segera ada kepastian kuotanya," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Tawfiq F. Al-Rabiah menjelaskan pengambilan keputusan berapa banyak jumlah jemaah haji yang diizinkan harus melibatkan instansi terkait lainnya di Kerajaan Arab Saudi.

Tawfiq F. Al-Rabiah juga menjelaskan bahwa jumlah kuota tidak akan sama seperti sebelum pandemi. Namun, Arab Saudi tahun ini siap menerima jemaah haji luar negeri dan persiapan terus dilakukan.