Arab Saudi Tolak Pengakuan Israel Terhadap Kemerdekaan Somaliland
·waktu baca 2 menit

Arab Saudi menolak pengakuan Israel atas kemerdekaan Somaliland — yang memisahkan diri dari Republik Federasi Somalia— serta mengecam langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional, pada Jumat (26/12).
Dilansir Al Arabiya News, Israel menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Republik Somaliland yang memproklamasikan diri sebagai negara merdeka dan berdaulat.
Somaliland adalah wilayah di barat laut Somalia yang mendeklarasikan kemerdekaan sepihak pada tahun 1991, setelah runtuhnya rezim Siad Barre dan pecahnya perang saudara Somalia.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim langkah itu dilakukan “dalam semangat Kesepakatan Abraham.”
Netanyahu menambahkan bahwa Tel Aviv akan menjajaki kerja sama dengan Somaliland di bidang pertanian, kesehatan, teknologi, dan ekonomi.
Di sisi lain, Arab Saudi menyatakan dukungan penuhnya terhadap kedaulatan, persatuan, dan keutuhan wilayah Republik Federasi Somalia.
Kerajaan Arab Saudi menyebut langkah tersebut “mengokohkan tindakan separatis sepihak yang melanggar hukum internasional.”
Arab Saudi juga menegaskan dukungannya terhadap lembaga-lembaga sah Somalia serta komitmennya untuk menjaga stabilitas Somalia dan keselamatan warganya.
Sebelumnya tahun ini, laporan media menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah menghubungi Sudan, Somalia, dan Somaliland untuk menawarkan rencana relokasi dan pemukiman kembali warga Palestina dari Gaza.
Pengakuan Israel terhadap Somaliland menyalahi prinsip dasar hukum internasional karena melanggar integritas teritorial negara berdaulat, yakni Republik Federal Somalia yang diakui PBB.
