Arahan Jokowi ke Polri Jelang Pemilu 2024: Harus Ada Sense of Politics

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebelum menyampaikan pengarahan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebelum menyampaikan pengarahan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Presiden Jokowi menyampaikan arahan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Kapolda, dan Kapolri se-Indonesia di Istana Negara, Jumat (14/10) kemarin. Dalam arahannya, Jokowi turut menyinggung peran Polri menjelang Pemilu 2024.

Jokowi meminta jajaran Polri harus solid dalam menghadapi tahun politik di 2024. Tak hanya dengan sesama internal Polri, tapi juga dengan internal TNI.

"Ini sudah masuk tahun politik. Karena pemilu, tahapan pemilu sudah berjalan sejak Juni. Harus ditunjukkan soliditas di internal Polri, lalu soliditas internal TNI dan Polri. Itu yang akan mengurangi tensi politik ke depan," kata Jokowi dalam arahan yang diunggah lewat Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (15/10).

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tiba untuk menyampaikan pengarahan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Jokowi juga meminta jajaran Polri untuk memiliki sense of politics. Ia menegaskan Kapolda hingga Kapolres mengerti situasi politik yang terjadi di wilayahnya masing-masing.

"Harus ada kepekaan posisi politik ini seperti apa, sih, karena saudara-saudara adalah pimpinan-pimpinan tinggi di wilayah masing-masing. Sense of politics-nya juga ada. Tidak main politik, tapi ngerti politik karena kita akan masuk pada tahapan tahun politik," ujarnya.

Jika hal itu bisa dijalankan, Jokowi yakin stabilitas keamanan dan politik di Indonesia akan baik.

"Enggak ada yang berani coba-coba. Kalau coba-coba, ya, tegas saja," pungkasnya.