Arahan Jokowi ke Polri: Singgung Kasus Ferdy Sambo-Gaya Hidup Mewah

Presiden Jokowi memanggil pejabat utama Mabes Polri, Kapolda, hingga Kapolres ke Istana Negara, Jumat (15/10). Mereka datang tanpa pengawal, tongkat komando, hingga topi dinas.
Dalam arahannya, Jokowi menyampaikan sejumlah hal mulai dari mengapresiasi Polri yang berhasil ikut menangani COVID1-19 dalam 2 tahun berturut-turut. Jokowi juga membeberkan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,44 persen.
Presiden juga menyinggung soal kasus Ferdy Sambo yang berdampak pada Indeks Kepercayaan Masyarakat (IKM). Menurut Jokowi, Polri sempat menduduki peringkat 1 IKM dengan nilai 80,2 persen. Namun, semenjak kasus Sambo, IKM terjun bebas mencapai 54, 4 persen.
Situasi krisis yang sedang dihadapi dunia juga dibahas dalam pertemuan itu. Presiden menyatakan sebanyak 345 juta jiwa kekurangan pangan, 28 negara antre sebagai pasien IMF dan 16 negara sudah masuk sebagai pasien IMF.
Presiden berharap Polri dalam kondisi saat ini memiliki sense of crisis. Dia meminta anggota Polri tidak bergaya hidup mewah apalagi glamour. Bahkan Presiden secara gamblang menyindir moge, mobil mewah hingga life style para personel Polri.
Kekhawatiran Presiden bukan tanpa alasan atas gaya hidup mewah pejabat Polri. Dia mengingatkan, agar tidak sampai menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat terlebih di zaman keterbukaan dan medsos, masyarakat sangat kritis.
Selain itu, Presiden meminta jajaran Polri segera merespons keluhan masyarakat baik terkait pungli (29,7 %), sewenangan (22,5%), cari-cari kesalahan (19,2%) dan hidup mewah (12,1%).
Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas dan sinergisitas baik di internal Polri dan dengan TNI serta eksternal lainnya. Begitu juga dengan kebijakan organisasi agar pejabat Polri tak gamang, ragu-ragu atau malah cari aman khususnya pada penegakan hukum, harus tegas terukur sesuai prosedur dan jangan mengesankan negara atau Polri lemah di mata masyarakat.
Terakhir, Presiden meminta agar Polri serius menindak tegas narkoba dan terus mengembangkan komunikasi publik yang lebih baik.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menjabarkan arahan Presiden Jokowi yang digelar secara tertutup siang ini di Istana Kepresidenan Jakarta.
“Arahan beliau jelas dan tegas bahwa kami harus solid bersama-sama berjuang melakukan apa yang menjadi tupoksi kami, pelindung, pengayom masyarakat, responsif terhadap apa yang menjadi keluhan masyarakat, respons cepat dan kita memiliki sense of crisis dalam situasi sulit,” kata Sigit di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (14/10).
Sigit tak mengurai apa saja yang menjadi concern Jokowi dalam pengarahan yang dianggap baru pertama terjadi di era Jokowi tersebut kepada Polri hingga tingkat Kapolres. Namun, dia mengakui Polri memang sedang alami penurunan.
