Arahan Tertutup Megawati ke Kepala Daerah PDIP
·waktu baca 3 menit

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan arahan kepada kepala dan wakil kepala daerah pemenang Pilkada 2024 yang berasal dari PDIP. Pengarahan diberikan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Minggu (18/5).
Namun Megawati menyampaikan arahannya secara tertutup. Usai agenda tersebut sejumlah kader PDIP mengungkapkan isi arahan Megawati.
Berikut rangkumannya:
Kalau Enggak Kerasan di PDIP, Ya Check Out
Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, mengungkapkan salah satu isi pesan Megawati ialah masalah loyalitas. Megawati meminta kepada para kader yang tidak lagi betah untuk keluar.
“Ibu selalu mengatakan, kamu tetap di sini atau kamu tidak kerasan. Kalau tidak kerasan silakan check out,” kata Ganjar di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (18/5).
Ganjar menuturkan, pembekalan yang dilakukan selama 3 hari ini bertujuan untuk membangun bonding sekaligus menguji loyalitas para kader yang menjabat sebagai kepala daerah.
Loyalitas kepada partai ini, lanjut Ganjar, harus dibangun agar para kader bisa menjalankan fungsi kenegaraan dengan benar.
“Karena sebenarnya, partai juga punya fungsi kenegaraan kan sebenarnya, sebagai bagian dari pilar demokrasi,” ujar dia.
“Maka kalau kemudian sama ya mesti dilaksanakan. Nah sekarang kita mau pikiran-pikiran ideologis, teknokratis, kita jadikan satu agar kemudian capaiannya terukur,” tuturnya.
Kaldera Danau Toba
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengungkap Megawati memberikan arahan terkait pengelolaan Geopark Kaldera Toba.
Masinton menyebut, Megawati meminta agar tata kelola Geopark Kaldera Toba dilakukan secara berkelanjutan sesuai standar UNESCO.
“Pesan Ibu Megawati, supaya PDIP dan kepala daerah PDIP di Sumatera Utara memperjuangkan dan menyuarakan keberlanjutan tata kelola Geopark Kaldera Toba sesuai standar internasional yang ditetapkan UNESCO,” kata Masinton usai penutupan pembekalan kepala daerah PDIP di Sekolah Partai, Jakarta, Minggu (18/5).
Masinton menuturkan, Megawati memberikan surat berisi hasil pertemuan di Meksiko soal UNESCO yang memberikan status kartu kuning terhadap status Geopark Kaldera Toba.
Selain itu, Ketua Umum PDIP itu menekankan pentingnya sinergi antar kepala daerah dalam pengelolaan Geopark Kaldera Toba dan meminta agar masyarakat lokal tetap dilibatkan.
“Ini penting agar pengelolaan Geopark tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan budaya masyarakat sekitar,” kata Masinton.
PDIP Enggak Cuma Swasembada Pangan, tapi Kedaulatan Pangan
Ganjar mengatakan Megawati juga menyinggung soal kedaulatan pangan. Menurutnya potensi tidak hanya ada di darat tapi juga laut.
“Kita bicara ketahanan pangan, kita bicara daulat pangan. Ibu menambahkan bahwa tidak hanya padi, jagung, kedelai, saja tapi kita juga sudah bicara potensi di laut, bagaimana 10 tanaman pendamping beras atau padi,” jelasnya.
Ganjar mencontohkan daerah seperti Ngawi yang memiliki produktivitas padi 7,2 ton per hektare, serta Grobogan yang mengembangkan varietas unggul berkat intervensi teknologi.
Menurutnya, kerja sama dengan lembaga seperti BRIN terus didorong agar setiap kepala daerah bisa mengoptimalkan potensi pangan lokal, termasuk singkong di Lampung yang produktif tapi belum terserap pasar.
“Masa masih ada impor singkong. Nah yang begini-gini kan ideologis buat kita,” ujarnya.
Ganjar juga menyebut PDIP tidak akan segan menjalani fungsi check and balances-nya dengan memberikan catatan terhadap program pemerintah pusat bila terbukti tidak efektif, termasuk pada program Food Estate.
“(Food estate) berhasil? Kita dukung. Tidak berhasil? Ya sama kan? Kemudian kita berikan catatan. Itulah kemudian cara pemerintahan yang sehat. Check and balances akan terjadi,” tuturnya.
