Aria Bima: Eksploitasi Kemiskinan Pakai Bansos Sangat Biadab

1 Februari 2024 1:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
Aria Bima. Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aria Bima. Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan
ADVERTISEMENT
Politikus PDIP Aria Bima menyayangkan aksi bagi-bagi bansos Presiden Jokowi dan sejumlah menteri yang belakangan dinilai rawan politisasi.
ADVERTISEMENT
Menurut dia, selama ini masyarakat sudah sulit mendapat akses kebutuhan pokok, namun kini justru dipolitisasi.
"Begini, janganlah rakyat enggak kuat beli beras, rakyat ini daya belinya menurun, rakyat ini belum sejahtera. Kan 10 tahun ini saya sebagai Anggota DPR juga berkontribusi terhadap kemiskinan rakyat yang enggak selesai-selesai," kata Aria di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (31/1).
"Kementerian eksekutif juga ikut bertanggung jawab terhadap kenapa masih banyak rakyat miskin kita. Gubernur juga, bupati juga," imbuh dia.
Aria menilai mempolitisasi bansos termasuk tindakan tak beradab. Menurut Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu, hal ini sama saja dengan mengeksploitasi kemiskinan.
"Sudah kita tidak bisa menyelesaikan persoalan kemiskinan dia, masih kita eksploitasi kemiskinan itu dengan bantuan dengan pencitraan untuk mendapatkan dukungan politik," katanya.
ADVERTISEMENT
"Ini sangat biadab ini sangat tidak manusiawi, sangat di bawah standar moralitas kita sebagai pejabat publik," ujar dia.
Selain itu, Aria juga mempertanyakan pembagian bansos yang tak melibatkan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Dia curiga ada pihak yang khawatir pembagian bansos terganggu apabila ada campur tangan Risma.
"Saya kira Bu risma harus menyampaikan itu, karena dia pembantu presiden harus menjelaskan kepada Pak Presiden. Kenapa Bu Risma tidak dilibatkan dalam urusan bansos. Kecuali kalau Bu Risma kinerjanya nggak bagus, kecuali kalau ada standar kinerja yang jelek. Saya yakin justru yang memilih Bu Risma menjadi menteri itu pilihan presiden," kata dia.
"Yang disetujui oleh Ibu Mega, pilihan presiden langsung, ya. Ini saya sampaikan perlu ya, waktu itu presiden menyodorkan Ibu Risma, Ibu Mega setuju dan kerjanya bagus, kenapa tidak dilibatkan ya? Atau jangan-jangan ketakutan kalau sampai Bu Risma tidak bisa diatur bansos-bansos itu untuk kepentingan politik?" tandas Aria.
ADVERTISEMENT