ART di Bogor Tewas Dianiaya 3 Rekannya: Dipicu Charger Hilang, Disiram Air Panas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi TKP pembunuhan. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TKP pembunuhan. Foto: Getty Images

Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial RR (26) tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan dan penyiksaan oleh tiga rekan kerjanya.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah majikannya di Perumahan Kota Wisata, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5) pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengatakan insiden ini diduga bermula hilangnya charger jam tangan milik majikan mereka. Korban yang mengaku tidak mengetahui keberadaan barang tersebut justru menjadi sasaran kemarahan para pelaku.

“Korban mengaku tidak mengetahui keberadaan barang tersebut. Korban bersama tiga ART lainnya kemudian berupaya mencari charger yang hilang di berbagai sudut rumah, tetapi barang tersebut tidak ditemukan,” kata Edison, Senin (1/6).

Menurut hasil penyelidikan sementara, ketegangan meningkat pada siang hari. Sekitar pukul 14.00 WIB, salah satu pelaku mengancam akan menyiram korban dengan air panas apabila charger tersebut tidak ditemukan.

“Ancaman tersebut kemudian benar-benar dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB,” ujarnya.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison saat menginterogasi terduga pelaku penganiayaan. Foto: Dok. Polsek Cileungsi

Disiram Air Panas

Ketiga pelaku diduga membawa korban ke kamar mandi lalu menyiram tubuhnya dengan air panas secara bergantian. Setelah itu, korban ditinggalkan selama sekitar 15 menit di dalam kamar mandi.

“Setelah kejadian, korban ditinggalkan di kamar mandi selama sekitar 15 menit sebelum ditemukan dalam kondisi kulit melepuh,” kata dia.

Para pelaku kemudian memindahkan korban ke kamar ART, mengganti pakaiannya, dan mencoba memberikan perawatan seadanya. Namun, kondisi korban terus memburuk dalam beberapa hari berikutnya.

Pada Sabtu (30/5) malam pukul 19.30 WIB , korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar. Mendapat laporan kejadian tersebut, polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

“Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa ember, gayung, dan obat nyamuk semprot,” ujarnya.

Polisi menduga aksi penganiayaan dilakukan karena para pelaku kesal terhadap korban yang tidak dapat menunjukkan keberadaan charger jam tangan milik majikan yang hilang.

Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah diketahui sedang berada di luar kota sehingga tidak mengetahui peristiwa tersebut secara langsung.

Hingga kini, penyidik masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap secara utuh rangkaian kejadian serta peran masing-masing pelaku dalam kematian korban.