Arti Gelang Merah, Kuning, Hijau yang Dipakai Korban KM Virgo yang Dievakuasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas gabungan mengevakuasi penumpang kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang tiba menggunakan kapal MV Haida di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas gabungan mengevakuasi penumpang kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang tiba menggunakan kapal MV Haida di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Sejumlah penumpang KM Virgo yang berhasil dievakuasi terlihat mengenakan gelang dengan warna berbeda. Gelang tersebut merupakan penanda kondisi medis korban.

Dalam video yang beredar di media sosial, para penumpang yang berhasil di evakuasi diberi tanda di pergelangan tangan mereka dengan pita berwarna hijau dan kuning.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banjarmasin Singgih Pratondo menjelaskan, warna gelang digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kegawatan korban saat proses evakuasi.

“Merah kondisi gawat darurat, kuning gawat tidak darurat atau mendesak, hijau tidak gawat tidak darurat / luka ringan,” kata Singgih saat dikonfirmasi, Senin (14/9).

Dengan penanda tersebut, petugas dapat membedakan kondisi korban dan menentukan prioritas penanganan medis.

Tim SAR gabungan mengangkat kantong berisi jenazah korban kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang tiba di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Sebelumnya diberitakan, KMP Virgo terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9) akibat cuaca buruk, menyebabkan 6 meninggal dunia dan 140 penumpang masih hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan beberapa kapal, termasuk TB Mauhau 9, TB TCP, KM Cahaya Bahari, dan MV Haida, yang berhasil mengevakuasi 107 orang, dengan 6 meninggal dan 1 luka berat.

Polri telah menyiapkan enam Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, serta mengerahkan tiga Kapal Polisi dan berbagai kapal SAR lainnya untuk mendukung identifikasi korban dan pencarian 140 orang yang hilang.