Artidjo & Frank Caprio Disebut di Pleno Calon Hakim Agung: Keadilan Terasa Nyata

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Artidjo Alkostar.
 Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Artidjo Alkostar. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sejumlah nama hakim yang dinilai bekerja baik disinggung dalam rapat pleno pemilihan Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di Komisi III DPR. Dua nama di antaranya adalah Artidjo Alkostar dan Frank Caprio.

Dua nama ini disebut disinggung saat politikus Demokrat, Hinca Panjaitan, membacakan hakim yang dipilih oleh fraksinya untuk menjadi Hakim Agung dan Ad Hoc.

"Kita percaya kita ingin dapatkan Hakim Agung yang betul-betul memenuhi rasakan keadilan masyarakat," kata Hinca di Komisi III DPR, Selasa (16/9).

"Bagi kami tentu terus berupaya membangun trust dari masyarakat agar menjadi teladan dan menjadi keteladanan Hakim Agung ini menjadi harapan," sambungnya.

Kemudian, Hinca menyinggung nama hakim yang menurutnya putusannya terasa nyata. Mulai dari mendiang hakim Bismar Siregar hingga Artidjo Alkostar. Mereka disebut meninggalkan catatan tentang keteladanan.

"Apa yang kita ingat dari mereka? bukan soal karier mereka yang melesat cepat, tapi keadilan di tangan mereka terasa ada dan nyata," kata Hinca.

Hakim Pengadilan Kota Providence Frank Caprio duduk di kursi hakim di Providence, Rhode Island, pada 10 Agustus 2017. Foto: Michelle R. Smith/AP Photo

Lalu, Hinca juga menceritakan soal satu sosok hakim asal Amerika Serikat yang baru saja berpulang. Hakim itu adalah Frank Caprio.

"Amerika Serikat baru saja kehilangan seorang hakim, yang bahkan mungkin lebih mirip seorang ayah dibanding pengadil, ia bernama Frank Caprio, membuat ribuan orang bahkan jutaan dari berbagai negara merasa kehilangan, termasuk saya," kata Hinca.

"Dia hanya hakim di Pengadilan Negeri Providence Rhode Island, AS. Namun dia dihormati dan disayang karena hukum yang ditegakannya tidak pernah meninggalkan rasa takut atau pun dendam," sambungnya.

"Keadilan di tangannya terasa dekat dan hangat persis dengan seharusnya wajah seorang yang memang layak disebut wakil tuhan di muka bumi," lanjutnya.

Frank Caprio, meninggal dunia di usia 88 tahun. Dikutip dari BBC, Kamis (21/8), Caprio meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker pankreas. Ia dikenang sebagai hakim yang hangat dan keyakinannya yang teguh akan kebaikan orang lain.