AS Bela Israel, Bilang Serangan ke Gaza Bukan Pelanggaran Gencatan Senjata
·waktu baca 2 menit

Militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke Gaza di tengah kesepakatan gencatan senjata yang masih berlangsung. Menlu AS Marco Rubio membela serangan Israel itu dan menyebutnya tidak melanggar gencatan senjata.
"Kami tidak memandang serangan itu sebagai pelanggaran gencatan senjata," kata Rubio di dalam pesawat saat mendampingi Presiden AS Donald Trump dalam rangkaian tur Asia, dikutip dari Reuters, Senin (27/10).
Militer Israel meluncurkan serangan udara yang mereka sebut menargetkan kelompok Jihad Islam. Israel menuduh kelompok Jihad Islam berencana menyerang pasukan Israel. Namun, tuduhan itu dibantah Jihad Islam.
Rubio mengatakan, Israel belum menyerahkan haknya untuk membela diri sebagai bagian gencatan senjata yang dimediasi AS, Mesir, dan Qatar.
"Mereka punya hak jika ada ancaman terhadap Israel dan semua mediator menyetujui itu," kata Rubio.
Menurut Rubio, gencatan senjata di Gaza berdasarkan pada kewajiban kedua pihak dan menegaskan bahwa Hamas harus mempercepat pemulangan jenazah sandera yang tewas selama ditawan.
Belum diketahui berapa korban yang tewas akibat serangan itu. Namun, serangan itu merupakan serangan kesekian kalinya yang dilancarkan Israel sejak gencatan senjata disepakati di Sharm El-Sheikh, Mesir.
Pada 20 Oktober lalu, Israel juga menyerang Gaza dan menewaskan 33 orang. Sehari setelahnya, 4 warga Gaza tewas dalam serangan Israel.
