AS: Belum Ada Indikasi Rusia Bersiap Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina
·waktu baca 2 menit

Amerika Serikat (AS) belum melihat adanya indikasi Rusia akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina, setelah pernyataan Presiden Vladimir Putin yang menyatakan siap mengerahkan senjata nuklir jika kedaulatan Rusia terancam.
“Kami belum melihat adanya alasan untuk menyesuaikan postur nuklir kami, atau adanya indikasi bahwa Rusia sedang bersiap untuk menggunakan senjata nuklir di Ukraina,” kata Sekretaris Pers Karine Jean-Pierre, Rabu (13/3) dikutip dari AFP.
Putin tampaknya "menegaskan kembali doktrin nuklir Rusia" setelah dia ditanyai dalam sebuah wawancara tentang penggunaan senjata nuklir tersebut, kata Jean-Pierre kepada wartawan yang melakukan perjalanan bersama Biden dalam perjalanan kampanye ke Milwaukee.
“Meskipun demikian, retorika nuklir Rusia ceroboh dan tidak bertanggung jawab sepanjang konflik ini,” tambahnya.
“Rusia-lah yang secara brutal menginvasi Ukraina tanpa provokasi atau pembenaran, dan kami akan terus mendukung Ukraina dalam membela rakyat dan wilayahnya dari agresi Rusia," sambungnya.
Putin pada hari Rabu memuji persenjataan nuklir Moskow dan memperingatkan bahwa ia siap mengerahkan senjata tersebut jika kedaulatan Rusia berada di bawah ancaman.
Kremlin telah memuji kehebatan nuklirnya selama dua tahun serangannya di Ukraina. Komentar terbaru Putin muncul beberapa hari menjelang pemilu di Rusia yang tampaknya akan memberinya kekuasaan lagi selama enam tahun.
Biden pada hari Selasa lalu telah mengumumkan paket senjata darurat senilai USD 300 juta untuk menopang perang di Ukraina, sementara Kongres AS memblokir bantuan lebih lanjut.
