AS Harap Damai Jangka Panjang dengan Iran

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff berbicara dalam Pertemuan Puncak Prioritas FII di Miami Beach, Florida, Kamis (20/2/2025). Foto: Chandan Khanna/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff berbicara dalam Pertemuan Puncak Prioritas FII di Miami Beach, Florida, Kamis (20/2/2025). Foto: Chandan Khanna/AFP

Gencatan senjata antara Iran dan Israel tampaknya benar-benar berlaku efektif, setidaknya untuk saat ini. Masing-masing negara bahkan mengeklaim meraih kemenangan setelah saling serang selama 12 hari.

Utusan khusus Presiden Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan pembicaraan antara AS dan Iran terkait program nuklir 'menjanjikan'. Dia juga mengungkapkan AS berharap kesepakatan damai jangka panjang akan tercapai.

"Kami sudah berbicara satu sama lain, tidak hanya secara langsung tapi juga melalui mitra bicara. Saya rasa pembicaraannya menjanjikan. Kami berharap dapat mencapai kesepakatan damai jangka panjang yang membangkitkan kembali Iran," kata Witkoff dalam wawancara dengan Fox News, dikutip dari Reuters, Rabu (25/6).

"Sekarang saatnya bagi kita untuk duduk bersama Iran dan mencapai kesepakatan damai yang komprehensif, dan saya sangat yakin hal itu dapat dicapai," katanya lagi.

AS akhirnya ikut menyerang Iran pada Senin (23/6) malam dengan menargetkan 3 fasilitas nuklir di sana. Trump menyatakan serangan AS itu telah menghancurkan program Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.

Namun, klaim Trump itu berbeda dengan laporan awal intelijen. Berdasarkan salah satu sumber yang mengetahui laporan itu, dikatakan pasokan uranium Iran yang diperkaya itu belum dihilangkan.

Laporan itu kemudian mengungkap program nuklir Iran yang sebagian besar terkubur jauh di bawah tanah mungkin hanya mundur satu atau dua bulan.

Berdasarkan laporan yang dibuat Badan Intelijen Pertahanan (DIA), serangan AS hanya menutup pintu masuk ke dua fasilitas nuklir, tapi tidak menghancurkan bangunan bawah tanah.

The Washington Post yang mengutip sumber yang mengetahui laporan itu bahkan memberitakan sejumlah sentrifus tetap utuh.

Gedung Putih membantah laporan tersebut. Mereka menyebut laporan intelijen salah besar.

3 Lokasi Fasilitas Nuklir Iran yang Diserang AS. Foto: Google Earth

Iran dan Israel Saling Klaim Menang

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan AS telah menghilangkan ancaman nuklir terhadap negaranya, dan dia bertekad menggagalkan apa pun upaya Teheran untuk membangkitkan kembali program senjata nuklir.

"Kami harus menghilangkan dua ancaman eksistensial langsung: ancaman pemusnahan nuklir dan ancaman pemusnahan 20 ribu rudal balistik," kata Netanyahu.

Sementara, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya telah sukses mengakhiri perang. Ia menyebut hal itu sebagai 'kemenangan besar'.