AS Hentikan Pengiriman Senjata ke Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prajurit Ukraina dari brigade Khartia mempersiapkan Howitzer M101 sebelum menembak ke arah posisi Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina, Rabu (12/3/2025). Foto: Alex Babenko/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit Ukraina dari brigade Khartia mempersiapkan Howitzer M101 sebelum menembak ke arah posisi Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina, Rabu (12/3/2025). Foto: Alex Babenko/AP Photo

Pentagon menghentikan pengiriman sejumlah rudal pertahanan udara dan amunisi presisi ke Ukraina. Kebijakan itu diambil karena Amerika Serikat (AS) khawatir persediaan dalam negeri mereka menipis.

Dikutip dari Reuters, Rabu (2/7), pengiriman senjata ke Ukraina merupakan janji pemerintahan mantan Presiden Joe Biden dan telah dikirim beberapa hari terakhir meski terjadi perlambatan.

Sumber yang mengetahui hal ini mengatakan pencegat pertahanan udara yang membantu untuk melumpuhkan drone Rusia dan proyektil lainnya merupakan item yang akan dihentikan pengirimannya.

Dalam sebuah email, Pentagon mengatakan pihaknya memberikan Presiden Donald Trump opsi untuk melanjutkan bantuan militer ke Ukraina dengan tujuan mengakhiri perang Rusia di sana.

"Pada saat yang sama, Pentagon secara ketat memeriksa dan mengadaptasi pendekatannya untuk mencapai tujuan sambil menjaga kesiapan pasukan AS untuk prioritas pertahanan pemerintah," kata Wakil Menteri Kebijakan, Elbridge Colby.

Rusia dalam beberapa minggu terakhir telah menguasai wilayah Donetsk dan Dnipropetrovsk dan meningkatkan serangan udaranya secara nasional. Dengan demikian, Rusia telah menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina selama perang.

Semua bantuan senjata dihentikan sementara pada Februari lalu, dan dihentikan lebih lama pada Maret. Pemerintahan Trump kemudian melanjutkan mengirimkan pengiriman bantuan terakhir yang disetujui pemerintahan Biden sebelumnya.

Hingga saat ini, belum ada kebijakan baru yang diumumkan.