AS Imbau Warganya Tidak Bepergian ke Indonesia Akibat Lonjakan COVID-19
·waktu baca 2 menit

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memperbarui daftar travel advisory bagi warga negaranya di tengah pandemi COVID-19. Dalam pembaruan ini, warga AS diimbau untuk tidak bepergian ke Indonesia.
Kemlu AS memiliki empat level travel advisory atau anjuran perjalanan. Negara dengan level 1 memiliki risiko perjalanan paling rendah, sehingga dianggap paling aman. Sedangkan level 4 merupakan negara dengan risiko perjalanan paling tinggi.
Dikutip dari Reuters, per Senin (14/2), Indonesia bersama dengan Korea Selatan dan Azerbaijan dikenakan ‘Level 4: Do Not Travel.’
Kemudian, di laman anjuran perjalanan Indonesia di situs resmi Kemlu AS, tercantum peringatan “Jangan bepergian ke Indonesia karena COVID-19.” (Do not travel to Indonesia due to COVID-19)
“Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah mengeluarkan Pemberitahuan Kesehatan Perjalanan Level 3 untuk Indonesia karena COVID-19, mengindikasikan adanya level COVID-19 yang tinggi di negara tersebut,” demikian dikutip dari situs Kemlu AS pada Selasa (15/2).
Peringatan yang sama juga tercantum di laman Korsel serta Azerbaijan.
Sementara menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Indonesia dikategorikan sebagai “Level 3: High” dalam Pemberitahuan Kesehatan Perjalanan (Travel Health Notice) atau tingkatan risiko COVID-19 suatu negara.
Level terendah adalah "Level 1: Low," sementara level tertinggi dalam skala ini adalah “Level 4: Very High.”
Dalam keterangan CDC, warga AS yang hendak bepergian ke Indonesia wajib sudah divaksinasi. Sedangkan warga yang belum divaksinasi diminta tidak berangkat, kecuali memiliki urusan mendesak.
Total negara yang masuk ke dalam Level 4 anjuran perjalanan milik CDC berjumlah 140 negara dan wilayah dunia. Kanada, negara-negara Eropa, dan negara Amerika Latin masuk ke dalam level tertinggi ini karena tingginya kasus varian Omicron.
Sedangkan negara yang masuk ke Level 3 berjumlah 50, mencakup Indonesia. Dengan ini, warga AS yang belum divaksinasi diimbau untuk tidak berangkat.
Hanya 11 negara yang masuk ke dalam Level 1: Low atau Level 2: Moderate. Negara-negara itu mencakup China, Selandia Baru, Pakistan, Taiwan, dan Hong Kong.
Kasus COVID-19 di Indonesia tengah mengalami lonjakan akibat merebaknya varian Omicron. Kasus sudah perlahan menanjak sejak pertengahan Januari, namun lonjakannya semakin signifikan pada Februari.
Pada Senin (14/2), Kemenkes mencatat 36.501 kasus baru dalam 24 jam. Angka ini menurun dari hari sebelumnya, dengan 44.526 kasus dalam 24 jam.
Angka kematian akibat COVID-19 juga tengah mengalami peningkatan. Pada Senin, sebanyak 145 pasien corona meninggal dunia. Jumlahnya meningkat dari hari sebelumnya, yaitu 111 orang.
