AS Kantongi Informasi Rezim Assad Coba Hapus Bukti Serangan Kimia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vladimir Putin dan Bashar al-Assad (Foto: AFP/Mikhail Klimentyev/Sputnik)
zoom-in-whitePerbesar
Vladimir Putin dan Bashar al-Assad (Foto: AFP/Mikhail Klimentyev/Sputnik)

Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri mengatakan memiliki informasi yang kredibel mengenai Rusia dan rezim Bashar al Assad yang mencoba 'membersihkan' tempat terjadinya serangan senjata kimia di Suriah.

Selain itu, Rusia dan Suriah pun disebut sedang berupaya menunda-nunda akses para penyidik dari organisasi pencegahan senjata kimia untuk datang ke lokasi yang diduga menjadi sasaran senjata kimia Suriah.

"Kami memiliki informasi yang kredibel yang menunjukkan bahwa pejabat Rusia bekerja dengan rezim Suriah menunda-nunda memberikan akses inspektur (penyidik) untuk mendapatkan akses ke Douma,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (20/4).

“Pejabat Rusia telah bekerja dengan rezim Suriah untuk membersihkan lokasi dari serangan yang dicurigai (menggunakan senjata kimia) dan menghapus bukti penggunaan senjata kimia,” lanjutnya.

Ilustrasi senjata kimia (Foto: Reuters/Issei Kato)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi senjata kimia (Foto: Reuters/Issei Kato)

Sebelumnya, pada Rabu (11/4) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) --yang mengutip laporan lembaga kesehatan setempat-- mengatakan sekitar 500 orang terpapar racun kimia. Selain itu, selama serangan rezim Suriah di Douma, tidak kurang dari 70 orang tewas.

Ini bukan pertama kali Assad menggunakan senjata kimia untuk membantai rakyatnya. Menurut Komisi Internasional Independen Suriah yang diberi mandat oleh PBB, lebih dari 30 serangan kimia terjadi antara 2013 dan 2017, 25 di antaranya terbukti dilakukan oleh militer Suriah. Sisanya tidak diketahui siapa pelakunya.