AS Kecam China usai Pelaut Filipina Dipukul Tongkat di Laut China Selatan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal Coast Guard China membanyangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1).  Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Coast Guard China membanyangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Amerika Serikat (AS) mengecam tindakan China yang disebut menyerang personel Angkatan Laut Filipina di Beting Second Thomas, Laut China Selatan, pada Senin (21/7).

Washington meminta Beijing segera menghentikan tindakan yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan.

"Amerika Serikat mengecam tindakan berbahaya dan agresif China terhadap personel Angkatan Laut Filipina di Beting Second Thomas di Laut China Selatan dan menyerukan agar China segera menghentikan perilaku destabilisasi tersebut," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott dalam pernyataannya, dikutip dari AFP.

AS juga menilai pola provokasi China terhadap operasi maritim Filipina yang sah mengancam perdamaian kawasan dan bertentangan dengan komitmen Beijing untuk menyelesaikan sengketa secara damai.

Bendera Filipina berkibar dari BRP Sierra Madre, di Laut China Selatan, 29 Maret 2014. Foto: Erik De Castro/REUTERS

Sebelumnya, militer Filipina menuduh personel Penjaga Pantai China memukul seorang pelaut Filipina dengan tongkat saat mendekati BRP Sierra Madre, kapal perang yang sengaja dikandaskan Manila di Beting Second Thomas sebagai pos militer di kawasan sengketa.

Namun, Reuters melaporkan kedua negara saling menyalahkan atas insiden tersebut.

Filipina menyebut salah satu pelautnya terluka di kepala, sedangkan China menuduh Manila memprovokasi bentrokan.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Foto: Dok. KBRI Beijing

AFP melaporkan kecaman AS disampaikan saat Menteri Luar Negeri Marco Rubio tiba di Manila untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri ASEAN.

Sebelum berangkat, Rubio mengatakan dirinya terbuka bertemu Menlu China Wang Yi di sela-sela forum tersebut.