AS Memveto, Palestina Gagal Jadi Anggota Penuh PBB

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Menlu Retno Marsudi menghadiri sidang DK PBB soal Gaza di New York, Rabu (29/11/2023). Foto: Twitter/Menlu_RI
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Retno Marsudi menghadiri sidang DK PBB soal Gaza di New York, Rabu (29/11/2023). Foto: Twitter/Menlu_RI

Amerika Serikat pada hari Kamis (18/4) menghentikan langkah Palestina menjadi anggota penuh PBB. AS dengan lantang memberi veto di DK PBB.

Dilansir Al Arabiya, Jumat (19/4), Amerika Serikat mengatakan negara Palestina merdeka harus didirikan melalui perundingan langsung antara Israel dan Otoritas Palestina, bukan melalui keputusan PBB.

Kepresidenan Palestina mengutuk veto AS tersebut. Menurut mereka veto itu “tidak adil, tidak etis, dan tidak dapat dibenarkan.”

AS memveto rancangan resolusi yang merekomendasikan kepada Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang agar “Negara Palestina diterima menjadi anggota PBB.” Inggris dan Swiss abstain, sementara 12 anggota DK PBB lainnya memilih ya.

Palestina saat ini merupakan negara pengamat non-anggota, sebuah pengakuan de facto atas status kenegaraan yang diberikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2012.

Berikut sikap 15 anggota DK PBB terkait keanggotaan penuh Palestina:

Mendukung

1. Aljazair

2. Mozambik

3. Sierra Leone

4. Guyana

5. Ekuador

6. Rusia

7. China

8. Prancis

9. Slovenia

10. Malta

11. Jepang

12. Korsel

Menolak

1. Amerika Serikat

Abstain

1. Inggris

2. Swiss