AS Minta Israel Buka Kembali Perbatasan Rafah dengan Mesir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Truk yang membawa bantuan menunggu untuk keluar, di sisi perbatasan Palestina dengan Mesir, di Rafah di selatan Jalur Gaza, Sabtu (21/10/2023). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Truk yang membawa bantuan menunggu untuk keluar, di sisi perbatasan Palestina dengan Mesir, di Rafah di selatan Jalur Gaza, Sabtu (21/10/2023). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS

Gedung Putih meminta Israel membuka kembali perbatasan Rafah di Gaza dengan Mesir. Israel menguasai itu setelah melancarkan serangan darat ke Rafah.

Perbatasan ini menjadi pintu masuk bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang menjadi korban serangan Israel. Selain itu perbatasan itu juga menjadi jalan keluar bagi warga yang sakit atau cedera untuk dibawa keluar Gaza.

Israel mengirim tank ke kota Rafah di Gaza selatan dan menguasai penyeberangan tersebut. Mereka memperingatkan, operasi Rafah bisa diperdalam jika perundingan gencatan senjata gagal untuk menjamin pembebasan sandera yang ditahan Hamas.

“Penyeberangan yang telah ditutup perlu dibuka kembali, penutupannya tidak dapat diterima,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre dalam sebuah pengarahan dikutip dari AFP, Rabu (8/5).

“Kami yakin perlintasan perbatasan Rafah harus segera dibuka kembali untuk pergerakan bantuan kemanusiaan,” tambah Jean-Pierre.

Jean-Pierre mengatakan Israel telah berkomitmen untuk membuka kembali penyeberangan lain di Kerem Shalom pada hari Rabu.