AS Resmi Cabut Blokade Maritim Iran, tapi Kapal AL Tetap Berjaga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Personel militer Iran memasang bendera nasional di atas kapal selam selama latihan angkatan laut "Velayat-90" di Selat Hormuz di Iran selatan pada 3 Januari 2012. Foto: Ebrahim Nourozi/Jamejam Online/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Personel militer Iran memasang bendera nasional di atas kapal selam selama latihan angkatan laut "Velayat-90" di Selat Hormuz di Iran selatan pada 3 Januari 2012. Foto: Ebrahim Nourozi/Jamejam Online/AFP

Amerika Serikat (AS) mengumumkan pencabutan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim Iran. Meski demikian, kapal-kapal Angkatan Laut AS tetap berjaga di kawasan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh U.S. Central Command (CENTCOM), komando tempur utama militer Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, Kamis (18/6) waktu setempat atau Jumat WIB.

Cuplikan layar menunjukkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian memegang memorandum yang ditandatangani dengan Presiden AS Donald Trump, di Teheran, Iran, Kamis (18/6/2026). Foto: Pool via WANA/Reuters TV

"Pada hari ini, pasukan Amerika Serikat mencabut blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran, sesuai arahan Presiden. Pasukan AS tidak lagi menghalangi pelayaran kapal menuju atau meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Iran. Seluruh upaya penegakan blokade militer AS telah dihentikan,” kata CENTCOM di akun medsosnya.

“Kapal-kapal Angkatan Laut kami yang hebat akan tetap berada di kawasan tersebut untuk memastikan bahwa seluruh aspek perjanjian dipatuhi, dijalankan, dan tetap berlaku sepenuhnya,” lanjutnya.

Pencabutan blokade maritim Iran tercantum pada poin keempat MoU kesepakatan sementara AS-Iran yang diteken secara virtual pada Rabu (17/6) waktu AS.

Sebuah kapal angkatan laut terlihat berlayar di Selat Hormuz, pada 1 Maret 2026. Foto: Sahar AL ATTAR / AFP

Dikutip dari Al Jazeera, poin empat itu berbunyi:

Segera setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini, Amerika Serikat akan mulai mencabut blokade angkatan lautnya serta segala gangguan atau hambatan terhadap Republik Islam Iran, dan akan sepenuhnya mengakhiri blokade laut tersebut dalam waktu 30 hari.

Selama periode ini, lalu lintas kapal akan dilakukan secara proporsional seiring dengan pemulihan jumlah pelayaran ke tingkat sebelum perang oleh Republik Islam Iran.

Amerika Serikat juga berkomitmen untuk menarik pasukannya dari wilayah yang berdekatan dengan Republik Islam Iran dalam waktu 30 hari setelah tercapainya perjanjian final.

instagram embed

Pernyataan Wapres AS dan Iran

Al Jazeera juga melaporkan, Wakil Presiden JD Vance mengatakan dalam konferensi pers di Gedung Putih bahwa 12,5 juta barel minyak telah melintasi Selat Hormuz pada Rabu (17/6) waktu setempat, setelah Angkatan Laut AS mengizinkan "lebih dari selusin kapal" melewati blokade yang diberlakukan AS.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pernyataannya pada Kamis (18/6) menyebut bahwa Otoritas Selat Teluk Persia Iran akan memfasilitasi pemberian izin secara cepat bagi kapal-kapal yang ingin melintasi selat tersebut.

Wakil Presiden AS JD Vance melambaikan tangan saat naik ke pesawat Air Force Two setelah menghadiri pembicaraan tentang Iran di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4/2026). Foto: Jacquelyn MARTIN / POOL / AFP

Selain itu, langkah-langkah juga akan diambil untuk membersihkan ranjau yang dipasang di jalur pelayaran itu selama perang.

Televisi pemerintah Iran mengutip pernyataan tersebut yang menyebutkan bahwa "tidak akan dipungut biaya apa pun" selama masa negosiasi 60 hari.

Namun, kapal-kapal yang ingin melintasi selat itu "harus mengajukan permohonan" kepada sebuah badan pemerintah baru yang dibentuk untuk tujuan tersebut.