AS: Rusia Coba Hilangkan Bukti Serangan Kimia di Suriah

Amerika Serikat dalam penyelidikan awal menduga Rusia tahu soal rencana serangan senjata kimia di Suriah. Bahkan Rusia disebut coba menghilangkan bukti-bukti serangan kimia yang menewaskan puluhan orang di Idlib itu.
Menurut seorang pejabat senior AS kepada Associated Press (AP), Senin (10/4), pesawat nirawak atau drone Rusia terbang di atas rumah sakit tempat korban serangan kimia di Khan Sheikhoun dirawat.
Baca juga: Rusia dan Iran Akan Balas Serangan Amerika ke Suriah
Beberapa jam setelah drone berlalu, jet tempur Sukhoi buatan Rusia mengebom rumah sakit tersebut. AS meyakini, keberadaan drone Rusia di tempat itu bukan sebuah kebetulan, melainkan untuk memusnahkan bukti-bukti serangan kimia.
Dari pengamatan ini, AS juga menduga Rusia mengetahui rencana serangan kimia oleh rezim Bashar al-Assad yang menewaskan sekitar 80 orang Selasa pekan lalu. Namun AS tidak memiliki bukti-bukti kuat soal keterlibatan Rusia dalam kasus ini.
Baca juga: AS Tidak Akan Segan Serang Suriah Lagi
Menyusul serangan kimia tersebut, AS menembakkan 59 rudal tomahawk ke pangkalan militer udara Suriah di Homs, yang diyakini tempat diluncurkannya serangan kimia. Baik Rusia dan Suriah membantah telah melancarkan serangan kimia, dan menyalahkan tentara oposisi.
