AS Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Hanya Menguntungkan Hamas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang anak bermain di luar tenda kamp di sebuah pusat yang dikelola PBB, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Jumat (20/10/2023). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak bermain di luar tenda kamp di sebuah pusat yang dikelola PBB, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Jumat (20/10/2023). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS

Amerika Serikat menyatakan penolakannya terhadap gencatan senjata di Jalur Gaza. Washington beralasan hal itu hanya menguntungkan Hamas.

Pada saat bersamaan, Washington memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza masih bisa berlangsung — meski wilayah kantong ini sedang digempur habis-habisan oleh zionis Israel.

Dikutip dari AFP, penolakan terhadap gencatan senjata di Jalur Gaza disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller, pada Senin (24/10).

"Gencatan senjata akan memberikan Hamas kemampuan untuk beristirahat, memperbaiki diri dan bersiap-siap untuk terus melancarkan serangan terhadap Israel," kata Miller kepada para wartawan.

"Anda dapat memahami dengan jelas mengapa hal itu merupakan situasi yang tidak dapat ditolerir bagi Israel, karena hal itu merupakan situasi yang tidak dapat ditolerir oleh negara manapun yang telah mengalami serangan teroris yang brutal dan terus melihat ancaman teroris tepat di perbatasannya," tambahnya.

Miller menambahkan, Washington telah mengerahkan utusannya, David Satterfield, untuk memastikan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza berjalan dengan baik.

Terpisah, juru bicara Gedung Putih John Kirby pada Senin (24/10) juga memberikan argumen pendukung bahwa AS menolak gencatan senjata di Jalur Gaza.

"Seperti yang telah Anda dengar dari kami, gencatan senjata saat ini hanya menguntungkan Hamas. Di situlah posisi kami saat ini," kata Kirby, dikutip dari situs web resmi Gedung Putih.

Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby. Foto: Mandel Ngan/AFP

"Mereka dapat membuat keputusan tentang operasi apa yang akan mereka lakukan atau tidak. Kami tidak percaya bahwa gencatan senjata saat ini hanya akan menguntungkan Hamas," imbuhnya.

Selain itu, Kirby kembali menggarisbawahi dukungan AS terhadap sekutu dekatnya, Israel, dalam 'mempertahankan diri dari serangan Hamas. "Yang bisa saya katakan adalah kami akan terus memastikan Israel memiliki alat dan kemampuan yang mereka butuhkan untuk mempertahankan diri," kata Kirby.

Seiring dengan komitmen AS untuk mempersenjatai Israel, pihaknya juga memastikan bakal memprioritaskan keamanan warga sipil — padahal menurut pihak Palestina, hal itu hanya akan menelan lebih banyak korban jiwa di Gaza.

"Kami akan terus berusaha memasukkan bantuan kemanusiaan, dan kami akan terus berusaha mengeluarkan para sandera — dan orang — orang dari Gaza dengan tepat," jelas Kirby.

Kirby kemudian menjelaskan perspektif gencatan senjata di mata AS yang tidak sama definisinya dengan jeda kemanusiaan.

"Kami ingin — seperti yang saya katakan sejak awal, kami ingin melihat semua langkah perlindungan bagi warga sipil. Dan jeda dalam operasi merupakan alat dan taktik yang dapat melakukan itu untuk sementara waktu," ungkap Kirby.

"Itu tidak sama dengan mengatakan gencatan senjata. Sekali lagi, saat ini, kami yakin gencatan senjata menguntungkan Hamas - gencatan senjata secara umum," tutup dia.

kumparan post embed