AS Usul ‘Bridging Proposal’ Gencatan Senjata, Hamas Tolak: Cuma Untungkan Israel
·waktu baca 2 menit

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, telah mengakhiri kunjungannya ke Israel dengan membawa pesan penting.
Blinken mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menerima usulan 'bridging proposal' untuk gencatan senjata di Gaza.
Proposal ini bertujuan menjembatani perselisihan yang belum terselesaikan antara Israel dan Hamas untuk mengakhiri kekerasan di Gaza, yang selama 10 bulan terakhir telah merenggut lebih dari 40.000 nyawa.
Namun, Hamas menolak proposal tersebut, dengan alasan usulan itu hanya memberi waktu bagi Israel untuk melanjutkan serangan genosidanya.
Penarikan Pasukan
Hamas menyerukan penarikan pasukan Israel dari Gaza, dimulai dengan penarikan dari koridor Philadelphi, nama wilayah yang memisahkan Gaza dari Mesir.
Namun, Netanyahu bersikeras pasukan Israel harus tetap berada di koridor tersebut untuk menjaga keamanan Israel dan menggagalkan penyelundupan senjata Hamas.
Hamas pun menolak. Mereka menyebut hal itu telah melanggar usulan gencatan senjata Presiden AS Joe Biden pada Mei lalu.
Blinken telah membujuk Netanyahu agar melonggarkan syarat barunya yang juga ditentang keras oleh Mesir.
Pakar Israel-Palestina untuk Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR), Hugh Lovatt, mengatakan pada dasarnya tawaran itu merupakan jembatan antara AS dan Israel, bukan Israel dan Hamas
“Menurut pandangan saya, AS tampaknya menerima syarat terbaru Israel, tetapi mencoba melonggarkannya sampai batas tertentu,” ungkap Lovatt, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Hingga saat ini, belum ada kesepakatan yang tercapai, sementara warga Gaza terus menderita akibat konflik yang berkepanjangan.
