As'ad Ali: Abu Janda Penyusup ke Ansor dan NU, Sudah Pernah Ditegur

kumparanNEWSverified-green

Abu Janda saat mengahadiri acara Blusukan Jokowi di Medan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Abu Janda saat mengahadiri acara Blusukan Jokowi di Medan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Eks Ketua Dewan Penasihat GP Ansor As'ad Said Ali angkat bicara soal kasus yang menimpa Permadi Arya alias Abu Janda. Abu Janda dilaporkan karena ujaran kebencian berbasis SARA dengan menyinggung Natalius Pigai dan menyebut 'Islam agama arogan'.

As'ad mengatakan saat menjadi dewan penasihat Ansor dia sempat menanyakan soal Abu Janda, yang dalam beberapa kesempatan terlihat memakai pakaian Banser dan berbicara soal NU.

Permadi Arya alias Abu Janda. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

"Saya mempertanyakan kepada pimpinan GP Ansor tentang Abu Janda, setelah dia bicara ngawur tentang NU di televisi. Kesimpulan saya dia penyusup ke dalam Ansor/ NU, sehingga perlu ditelusuri kenapa bisa ikut pendidikan kader Ansor/Banser," ujar As'ad dalam akun Facebook pribadi, Sabtu (30/1).

"Setelah dicek ternyata tidak ada rekomendasi dari cabang atau wilayah Ansor /Banser sesuai dengan persyaratan untuk diterima sebagai peserta kaderisasi Ansor/Banser, Ia diterima atas rekomendasi seorang tokoh NU," papar eks Wakil Ketua BIN ini.

facebook embed

As'ad menambahkan, Abu Janda sudah sempat ditegur oleh pimpinan Banser. Ia diminta untuk tidak bicara tentang NU atas nama Ansor dan juga menginfokan ke media mengenai hal tersebut.

"Oleh pimpinan Banser, yang bersangkutan sudah ditegur untuk tidak bicara tentang ke NU an atas nama Anshor dan juga menginfokan beberapa media terkenal mengenai hal itu," kata dia.

Agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, Asad mengusulkan agar PBNU bersikap tegas terhadap Abu Janda. Sebab, Abu Janda dianggap Asad sudah menyalahgunakan nama besar NU.

Anggota MKMK, As'ad Said Ali . Foto: Reno Esnir/Antara

Pun, sudah memberi pengaruh buruk bagi NU.

"Sebagai warga Nahdliyin saya menyarankan, sudah saatnya PBNU secara resmi bersikap tegas terhadap Abu Janda. Dia memanfaatkan nama besar NU untuk kepentingan pribadi yang kalau dibiarkan akan merusak keutuhan NU," kata dia.

"Kerusakan provokasi yang ditimbulkan di lingkungan NU selama ini cukup besar. Beberapa pondok pesantren merasa terusik dan bahkan ada yang menjauhi ( mufarakah ) dari struktur NU misalnya di daerah sekitar Bogor," jelas As'adA.

***

Saksikan video menarik di bawah ini.