Asap Karhutla Tersebar ke Medan dan Sekitarnya, Jarak Pandang Berkurang

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebar di wilayah Kota Medan dan sekitarnya, Rabu (16/9). Akibatnya, jarak pandang menurun sekitar satu kilometer hingga lima kilometer.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Balai Besar Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan sebaran asap terpantau bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin yang secara umum bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara.
Hendro membenarkan asap tersebut merupakan sebaran dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, Hendro belum memastikan asap tersebut berasal dari mana.
"Iya, itu sebaran asap (karhutla). Belum tahu (dari mana asap karhutla). Perlu dilakukan cek lapangan. Tapi kalau jumlah hotspot (titik panas) yang terekam di Sumut hanya enam titik dengan tingkat kepercayaan menengah. Dimungkinkan asap dari daerah lain, oleh karena itu perlunya cek di lapangan," kata Hendro saat dikonfirmasi, Rabu (16/9).
Enam titik panas tersebut meliputi Deli Serdang, Medan, Labuhanbatu, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan.
Hendro menuturkan, berdasarkan hasil pemantauan dari Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi Kualanamu dan Stasiun Meteorologi Aek Godang menunjukkan bahwa jarak pandang di lokasi pengamatan sekitar satu hingga lima kilometer.
Akibatnya, kualitas udara sedang tidak sehat.
"Jarak pandang tersebut terpantau bersamaan dengan kondisi kabut dan asap dan berdasarkan pemantauan kualitas udara konsentrasi PM2.5 atau partikel sangat kecil udara di Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat," ujar Hendro.
Masyarakat diimbau agar berhati-hati berkendara dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap.
