Asesmen Nasional Bantu Siswa Bertumbuh secara Kognitif dan Kepribadian

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asesmen Nasional resmi diterapkan, apa manfaatnya untuk siswa? Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Asesmen Nasional resmi diterapkan, apa manfaatnya untuk siswa? Foto: Shutterstock.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Ristek) RI resmi menerapkan Asesmen Nasional sebagai evaluasi penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Asesmen Nasional ini memuat beberapa tahap instrumen untuk menilai mutu secara komprehensif; mulai dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang melihat kemampuan literasi dan numerasi murid, survei karakter untuk melihat kepribadian dan sikap murid, serta survei lingkungan belajar secara keseluruhan.

Nilai dari ketiga instrumen ini nantinya akan digunakan untuk menentukan mutu dari satuan pendidikan. Namun, meskipun Asesmen Nasional dibentuk untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan nasional, Kemendikbud Ristek tetap memiliki tujuan dan goal tentang impact positif yang ingin dicapai melalui asesmen.

Dilansir laman Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar), Asesmen Nasional diharapkan dapat memberikan akses bagi setiap siswa —tanpa mengenal privilese dan konteks geografis— untuk membangun “Kecakapan Hidup Abad 21”. Mulai dari kecakapan belajar dan berinovasi, kecakapan menggunakan teknologi informasi, hingga kecakapan hidup untuk bekerja dan berkontribusi dalam masyarakat.

Melihat harapan dan target yang dirancang oleh pemerintah, kumparan merangkum tiga pengaruh positif Asesmen Nasional yang bisa dirasakan secara langsung oleh siswa dalam kehidupannya. Apa saja?

1. Melatih keterampilan berpikir logis-sistematis

Asesmen Nasional dapat melatih keterampilan berpikir anak. Sudah tahu? Foto: Shutterstock.

Dalam Asesmen Nasional, siswa akan belajar untuk melihat bacaan dan informasi dari perspektif yang kritis. Tak hanya menerimanya secara mentah-mentah; siswa diminta untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksi segala bentuk informasi yang ia terima.

Dengan ini, mereka dapat belajar mengolah informasi untuk melakukan cek fakta dan bertindak dengan bijak. Tak hanya itu, keterampilan bernalar siswa juga akan semakin terlatih. Sebab, Asesmen Nasional menyajikan soal dengan masalah-masalah dari beragam konteks yang akan melatih ketajaman berpikir siswa.

2. Tidak melihat predikat dan peringkat sebagai tolok ukur keberhasilan

Alih-alih menggunakan tolok ukur ranking, Asesmen Nasional menggunakan sistem penilaian yang dapat membantu siswa untuk mengembangkan diri. Foto: Shutterstock.

Berdasarkan siaran pers di kanal YouTube resmi Pusmenjar, Asesmen Nasional memiliki sistem penilaian yang berbeda dengan Ujian Nasional (UN). Jika biasanya ujian akademik yang diadakan selama ini memiliki sistem penilaian akhir dalam bentuk peringkat alias ranking, Asesmen Nasional tidak melakukannya.

Dalam implementasi program asesmen ini, Kemdikbud Ristek ingin membangun jiwa optimis dan bekerja keras tanpa batasan ‘predikat’ atau ‘peringkat’ sebagai tolok ukur keberhasilan. Baik AKM atau survei karakter, keduanya berfokus pada evaluasi pembelajaran dan kepribadian siswa —yang mencakup sisi akademik dan non-akademik; bukan menjadi ajang adu nilai.

3. Memberikan ruang belajar dan mengembangkan potensi tanpa harus takut dihakimi

Asesmen Nasional juga memberikan pengaruh positif bagi masa depan siswa secara personal. Foto: Shutterstock.

Karena Asesmen Nasional memiliki sistem penilaian perseorangan dan berorientasi pada pengembangan, siswa dapat melakukan internalisasi pembelajaran yang ia dapat secara lebih personal. Dengan ini, mereka memiliki ruang eksplorasi yang lebih luas untuk mengembangkan potensi tanpa harus takut dihakimi.

Tak dapat dipungkiri, tekanan dari lingkungan terdekat seperti keluarga dan pertemanan seringkali membebani siswa dengan pemikiran bahwa ia kurang pandai dan berprestasi. Padahal, tolok ukur kemampuan setiap orang juga berbeda-beda.

Melalui Asesmen Nasional, pemerintah berharap siswa dapat melewati masa pembelajarannya dengan growth mindset alias pola pikir berkembang. Hal ini supaya pemikiran dan pembelajaran siswa tidak hanya terbatas pada tuntutan orang tua atau lingkungan sosial, tetapi juga dari diri sendiri.

Nah, melihat tiga pengaruh positif dari program Asesmen Nasional inisiasi Kemdikbud Ristek ini tentu membuka perspektif baru, bukan? Meskipun tidak semua siswa dapat mengikuti Asesmen Nasional ini, penting untuk mengetahui bahwa pelaksanaan Asesmen Nasional direncanakan untuk dilaksanakan pada September hingga Oktober 2021.

Dilaksanakan dalam moda hybrid —yakni semi daring dan daring, mari bersama-sama dukung penyelenggaraan Asesmen Nasional supaya pendidikan Indonesia dapat semakin maju dan berkembang!

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Dikdasmen