Asman Abnur: Masuk Kabinet karena Dukung Jokowi, Mundur karena Prabowo

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri PAN & RB, Asman Abnur (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri PAN & RB, Asman Abnur (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mundur, kurang dari setahun berakhirnya Kabinet Jokowi-JK. Politikus PAN ini mundur dari kursi menteri, tak lama setelah Istana memberi keterangan akan mencopot Asman.

Asman mundur karena alasan politis: partainya kini tak lagi jadi pendukung Jokowi di Pilpres 2019. Partai di bawah pimpinan Ketum Zulkifli Hasan itu, memutuskan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pilpres mendatang.

Soal dukungan, PAN bisa dibilang partai yang mudah lompat kubu sejak tahun 2014. Di Pilpres 2014, PAN resmi mendukung Prabowo sebagai capres berpasangan dengan ketua umum PAN saat itu, Hatta Rajasa. PAN bergabung dalam Koalisi Merah Putih bersama Gerindra, PKS, PPP, dan Golkar.

Usai Jokowi-JK dinyatakan menang, di DPR, PAN masih menjadi partai oposisi pemerintah. Namun, arah dukungan partai itu berubah seiring dengan pergantian ketua umum. Pada Kongres IV PAN yang digelar 2 Maret 2015 di Bali, Zulkifli terpilih menjadi ketua umum menggantikan Hatta Rajasa.

Puncaknya, pada 2 September 2015, PAN menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Jokowi-JK. Dalam jumpa pers yang dihadiri Jokowi, Zulkifli, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di Istana, Zulkifli menyatakan mendukung pemerintah.

Zulkifli Hasan dan Jokowi (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)
zoom-in-whitePerbesar
Zulkifli Hasan dan Jokowi (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Saat itu, Zulkifli menampik anggapan partainya bergabung karena ingin mendapat jatah kursi menteri. "Kita sama sekali tidak membicarakan soal apakah kabinet dan seterusnya," dalih Zulkifli.

Tak ada makan siang gratis, nyatanya PAN memang diberi jatah kursi menteri oleh Jokowi. Semula dijanjikan dua kursi, ternyata hanya satu kursi. Dalam perombakan kabinet atau reshuffle jilid II, Jokowi memberikan kursi kepada Golkar dan PAN.

Saat itu, nama Asman Abnur dipilih sebagai Menpan RB. Sementara Golkar diwakili oleh Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian.

Seiring perjalanan waktu menghadapi Pilpres 2019, internal PAN terbelah tetap bersama Jokowi atau kembali ke pangkuan Prabowo. Keputusan diambil beberapa saat sebelum pendaftaran capres, bahwa PAN ternyata resmi mengusung kubu oposisi Jokowi.

Isu pencopotan Asman pun berembus. Mensesneg Pratikno pada Selasa (14/8) pagi mengatakan, kemungkinan Jokowi akan mencopot Asman lantaran partainya sudah tak mendukung partai pemerintah.

Prabowo dan Sandi foto bersama usai melakukan konfrensi pers di Gedung KPU, Jakrta, Jumat (10/8/2018). (Foto: Fanny Kusumawrdhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Prabowo dan Sandi foto bersama usai melakukan konfrensi pers di Gedung KPU, Jakrta, Jumat (10/8/2018). (Foto: Fanny Kusumawrdhani/kumparan)

"Kalau ada pertanyaan kemudian, oh apa akan ada reshuffle dalam waktu dekat, ya mungkin saja. Kita tunggu keputusannya. Karena ini konsekuensi dari dinamika politik perkoalisian," ujar Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (14/8).

Pratikno menjelaskan Asman akan direshuffle karena saat ini PAN sudah pecah kongsi dengan Jokowi. Menurut dia, dibutuhkan suatu formula untuk membuat koalisi dan pemerintahan makin solid.

Beberapa jam kemudian, Waketum PAN Viva Yoga Mulyadi mengatakan, Asman Abnur resmi mengundurkan diri. Viva mengatakan Asman mengantar sendiri surat pengunduran dirinya ke Pratikno di Kemensesneg, Kompleks Istana Kepresidenan.

Asman juga sudah menjelaskan kepada Pratikno soal alasan pengunduran dirinya.

"Secara teknis nanti biarlah Pak Asman yang menyatakan itu. Tapi hari ini Pak Asman Abnur juga sudah bertemu dengan Pak Pratikno dan telah menyatakan hal tersebut seperti yang tadi saya katakan," ujar Viva Yoga.