News
·
15 Oktober 2020 13:39

ASN Kemendag Diduga Bunuh Diri dengan Menabrakkan ke KRL di Depok

Konten ini diproduksi oleh kumparan
ASN Kemendag Diduga Bunuh Diri dengan Menabrakkan ke KRL di Depok (519700)
Polisi memeriksa jenazah seorang ASN kementerian yang tabrakkan diri ke KRL di Depok. Foto: Dok. Istimewa
Terdapat perkembangan terbaru di bagian akhir berita.
====
BT (52), seorang warga Depok, mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri saat Kereta Rel Listrik (KRL) melintas. Peristiwa tersebut terjadi di dekat Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, Depok, Kamis (15/10).
ADVERTISEMENT
Salah seorang juru parkir pintu perlintasan tanpa rel Gang Perum PJKA RT03/13, Prayitno (39), mengatakan saat KRL melintas, BT melintas di rel KRL dari arah Pasar Kemirimuka.
Padahal, Prayitno sudah mengingatkan BT bahwa ada KRL yang akan melintas. Dia dan warga juga sempat menarik BT untuk menepi, namun tidak diindahkan hingga KRL menabrak tubuhnya.
“Korban tidak menghiraukan, malah berhenti di lintasan rel sambil menyilangkan tangannya di bagian dada,” ujar Prayitno.
Tidak lama kemudian, KRL jurusan Bogor menuju Jakarta langsung menyambar korban hingga terpental lima meter dan meninggal dunia di tempat.
ASN Kemendag Diduga Bunuh Diri dengan Menabrakkan ke KRL di Depok (519701)
Polisi memeriksa jenazah seorang ASN kementerian yang tabrakkan diri ke KRL di Depok. Foto: Dok. Istimewa
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kemirimuka, Aiptu Rojuddin, mengungkapkan telah memeriksa korban dan identitas korban. Dari identitasnya, korban merupakan Aparatur Sipil Negara yang bertugas di Kementerian Perdagangan. Diduga korban ingin mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di perlintasan KRL.
ADVERTISEMENT
" Kami menemukan identitas KTA korban sebagai ASN dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia,” terang Rojuddin.
Dari keterangan sejumlah saksi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.
Untuk kepentingan identifikasi, jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Bogor untuk dilakukan visum. Hal itu dilakukan karena pada tubuh korban bagian tangan sebelah kiri hancur akibat tertabrak KRL.
“Kami sudah menghubungi pihak keluarga atas peristiwa ini, bahkan saat mengantar jenazah menggunakan mobil Palang Hitam ditemani seorang perempuan yang mengaku sebagai tetangga korban,” tutup Rojuddin.
Update Berita
Sementara itu, pihak keluarga memastikan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan, bukan bunuh diri.
Adik korban, Hadirat Syukur Telaumbanua, menyebut kondisi kesehatan korban tidak stabil karena baru pulang dari rumah sakit 2 pekan yang lalu. Korban dua kali dirawat inap di rumah sakit karena menderita infeksi lambung.
ADVERTISEMENT
Hadirat mengatakan, saat kejadian, BT hendak berangkat ke kantornya di Kemendag, Jakarta Pusat. Korban diantar istrinya hingga stasiun Depok Baru.
Namun karena merasa tak sanggup menyeberang lewat bawah tanah di dalam stasiun, korban memilih menyeberang dari luar stasiun Depok Baru.
"Karena dia lagi sakit, kondisinya belum stabil. Tidak ada persoalan di rumah, mohon diluruskan, bukan bunuh diri," kata Hadirat, Kamis (14/10) malam.
Selengkapnya bisa dibaca di sini:
-----
Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.
Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email janganbunuhdiri@yahoo.com dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.
ADVERTISEMENT