Atas Dasar Keamanan Publik, India Blokir 22 Chanel YouTube

6 April 2022 8:18
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi YouTube. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi YouTube. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
ADVERTISEMENT
Otoritas India telah memblokir sedikitnya 22 saluran YouTube, termasuk empat yang berasal dari Pakistan.
ADVERTISEMENT
Pemblokiran itu dilakukan untuk memerangi disinformasi publik yang berkaitan dengan masalah keamanan nasional dan ketertiban umum masyarakat India.
Pemerintah menggunakan 'kekuatan darurat' di bawah undang-undang teknologi dan informasi India. Pihaknya mengatakan, pemerintah telah memblokir 18 saluran YouTube India untuk pertama kalinya.
Sebelumnya, pemerintah juga berfokus memblokir akun-akun yang dikatakan beroperasi dari negara tetangga, Pakistan.
Ilustrasi menonton Youtube. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menonton Youtube. Foto: Shutter Stock
"Beberapa saluran YouTube digunakan untuk mengunggah berita palsu tentang berbagai mata pelajaran seperti Angkatan Bersenjata India," tulis pemerintah India dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.
Kementerian Informasi dan Penyiaran mengatakan, kanal-kanal YouTube yang telah diblokir memiliki hingga 2,6 miliar penonton secara keseluruhan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kementerian tersebut juga telah menggunakan kekuatan darurat serupa pada Desember 2021 dan Januari 2022 lalu. Mereka memblokir 55 saluran di GOOGL.O YouTube milik Alphabet Inc, serta sejumlah akun Twitter dan Facebook.
Ilustrasi sosial media. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sosial media. Foto: Shutterstock
Pemerintah India telah menggunakan aturan TI baru yang diperkenalkan pada 2021. Sebagian besar aturan itu ditujukan untuk mengatur perusahaan media sosial besar. Kebijakan tersebut memberi pemerintah lebih banyak kekuatan untuk menghapus konten.
ADVERTISEMENT
India juga disebut telah menyiapkan tindakan yang lebih keras kepada raksasa teknologi Amerika Serikat (AS). Perusahaan-perusahaan itu meliputi Google dan Facebook. India menyebut kedua platform itu menyebarkan berita palsu.
Pada Februari 2022, para pejabat India mengatakan, kelambanan kedua perusahaan teknologi itu telah memaksa pemerintah melakukan penghapusan konten.
Langkah pemerintah telah mengundang kritik internasional yang menyebut pihak berwenang India telah membatasi kebebasan berekspresi.
Google juga telah memperingati kementerian untuk menghindari keputusan pemblokiran konten publik. Namun, gagasan itu telah ditolak mentah-mentah oleh para pejabat.
Penulis: Sekar Ayu
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020