Atlet Tinju Porprov Jatim Jatuh Koma di Ring lalu Meninggal
·waktu baca 2 menit

Farhat Mika Rahel Riyanto (15 tahun), atlet tinju kelas 46 kilogram, jatuh koma saat bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII Jawa Timur (Jatim), Senin (11/9). Ia meninggal tak lama kemudian.
Kala itu, Farhat yang merupakan salah satu kontingen dari Kabupaten Bondowoso bertanding melawan atlet tinju dari Kabupaten Blitar. Pertandingan itu digelar di auditorium Universitas Darul Ulum, Kabupaten Jombang.
Panitia pelaksana pertandingan tinju, Jono, mengatakan awalnya pertandingan berjalan seperti biasa.
Saat memasuki ronde ketiga, Jono melihat korban terlalu memaksakan diri untuk segera mengalahkan lawan lantaran posisi korban pada ronde pertama dan kedua lebih unggul.
Jono menyebut korban terjatuh dan dalam kondisi koma usai menerima pukulan pada bagian kepalanya.
"Kena pukulan, kerasnya benturan itu," kata Jono.
Handuk Putih
Menurut Jono, pelatih Farhat sudah melempar handuk putih ke arah ring bahkan sebelum Farhat jatuh dan koma.
Lemparan handuk itu menandakan petinju yang bertanding sudah dalam kondisi tidak aman.
"Pelatihnya juga sempat lempar handuk. Terus dihitung sama wasit, kalau dihitung kan pertandingannya berhenti. Kondisi korban pingsan," kata Jono.
Dibawa ke RS
Saat Farhat jatuh dan koma, jam masih menunjukkan pukul 14.45 WIB. Farhat lalu dibawa ke RSUD Jombang pukul 15.30 WIB.
Pukul 05.15 WIB, Selasa (12/9), Farhat meninggal dunia.
