News
·
15 Juli 2019 16:21

Atma Jaya Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum Terkait Hoaks Truk WN China

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Atma Jaya Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum Terkait Hoaks Truk WN China (12077)
Suasana di Unika Atma Jaya, Semanggi, Jakarta. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Video berdurasi 55 detik yang menyebutkan tiga truk TNI membawa WN China dipastikan hoaks. Truk sebenarnya membawa mahasiwa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya Jakarta dalam kegiatan medicamp atau pengenalan kampus untuk mahasiwa baru.
ADVERTISEMENT
Kabiro Marketing, Public Relations, dan Admisi Unika Atma Jaya Jakarta, Anton Binsar, menyesalkan narasi yang disampaikan dalam video itu. Ia mempertimbangkan menempuh jalur hukum terkait beredarnya hoaks tersebut.
"Tidak menutup kemungkinan ya (jalur hukum). Kami juga akan menelusuri," ujar Anton saat ditemui di Unika Atma Jaya, Semanggi, Jakarta, Senin (15/7).
Atma Jaya Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum Terkait Hoaks Truk WN China (12078)
Suasana di Unika Atma Jaya, Semanggi, Jakarta. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Ia menjelaskan, para mahasiswa yang dibawa oleh truk itu dalam rangka mengikuti kegiatan medicamp FKIK di Bandung. Anton mengaku tidak mengetahui secara detail kapan kegiatan itu dilaksanakan karena acara tersebut diselenggarakan oleh fakultas.
"Yang pasti sebelum hari Minggu kemarin. Itu kegiatan medicamp, pengenalan kampus untuk mahasiswa FKIK angkatan tahun 2019-2020," jelasnya.
Pihak TNI dan Polri juga telah membantah narasi yang disebutkan dalam video tersebut. Selain itu, kepolisian saat ini juga tengah memburu pembuat video itu.
ADVERTISEMENT
"Lagi dicari siapa yang buat,” kata Kasubdit II Ditsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul kepada kumparan, Minggu (14/7).
Rickynaldo berjanji dalam waktu dekat polisi akan menangkap pembuat sekaligus penyebar video tronton TNI angkut warga China.
“Secepatnya. Akan kita kabari,” ujar Rickynaldo.
Atma Jaya Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum Terkait Hoaks Truk WN China (12079)
Hoaks mobil TNI angkut warga Tionghoa Foto: dok. Istimewa