Atraksi Teatrikal Meriahkan Festival Gandrung Sewu 2017

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi (Foto: Joseph Pradipta/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi (Foto: Joseph Pradipta/kumparan)

Pertunjukan kolosal tari Gandrung Sewu menjadi atraksi wisata di Banyuwangi yang paling ditunggu. Di hadapan ribuan wisatawan lokal dan mancanegara, 1.286 penari memamerkan kegemulaian mereka di bibir Pantai Boom dengan latar belakang indahnya panorama Selat Bali, Minggu sore (8/10).

Tahun ini merupakan kali keenam Festival Gandrung Sewu diadakan. Pagelaran Festival Gandrung Sewu ini dibumbui teatrikal perjuangan pahlawan Banyuwangi dalam melawan penjajah, yang kisahnya tersirat dalam gending "Kembang Pepe".

Fragmen itu mengisahkan para pahlawan bersiasat dengan menggelar pertunjukan seni Barong dan Tari Gandrung untuk menjebak penjajah. Sebagian penari Gandrung pun memakai topeng Barong dalam aksinya.

Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi (Foto: Joseph Pradipta/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi (Foto: Joseph Pradipta/kumparan)

Perpaduan formasi tari, kostum Gandrung, serta koreografi selendang berwarna merah, dan fragmen teatrikal membuat pertunjukan Gandrung Sewu kian meriah.

Lionel Tournier, wisatawan asal Perancis memuji penampilan apik yang ditunjukkan ribuan penari asal Banyuwangi ini. "Tariannya sangat indah. Saya sampai terbawa perasaan saat ikut menari Gandrung," kata Lionel yang datang bersama beberapa temannya ke Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Gandrung Sewu menjadi salah satu festival budaya yang konsisten digelar. “Selain menjadi atraksi wisata, ini juga cara Banyuwangi untuk konsolidasi budaya dan meregenerasi pelaku seni. Kami buktikan bahwa festival menjadi instrumen ampuh untuk menumbukan kecintaan generasi muda pada seni-budaya," kata Anas.

Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi (Foto: Joseph Pradipta/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi (Foto: Joseph Pradipta/kumparan)

Mahkota Permata Ratri, seorang penari muda dari SMPN 1 Cluring, Banyuwangi, bangga bisa terlibat pada pagelaran tari yang disaksikan ribuan orang. “Ini menambah pengalaman dan kecintaan saya pada Indonesia yang sangat kaya beragam budaya,” tuturnya.

Mahkota menceritakan, dia belajar menari dengan mengikuti ekstrakurikuler tari di sekolah. Minatnya belajar seni-budaya semakin kuat seiring kebijakan Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi yang memfasilitasi beragam kreasi anak muda dalam balutan beragam Festival.

"Menghidupkan budaya ini penting, daripada tiap hari kita main game online. Saya sering mengajak teman-teman untuk mencintai seni-budaya kita,” ujarnya

Tari Gandrung merupakan tarian khas Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

video youtube embed