Atur Arus Nataru, Korlantas Terapkan Contraflow di Gadog hingga Bali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menunjukkan e-BPKB dan aplikasi SINAR. Foto: Korlantas Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menunjukkan e-BPKB dan aplikasi SINAR. Foto: Korlantas Polri

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryo Nugroho menyebut, skema contraflow dan one way akan diberlakukan juga di jalan non-tol selama periode musim Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

“Tidak hanya di tol saja. Contraflow itu kalau Nataru ini banyak di non tol,” ucap Agus usai Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin 2025 di STIK Polri, Jaksel, Senin (15/12).

Menurutnya, sejak musim Nataru pada tahun-tahun sebelumnya, skema contraflow dan one way kerap diberlakukan di jalan non tol, seperti di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor.

“Di Gadog itu kemarin hampir sekitar 29 kali contraflow dan one-way,” ucap Agus.

Petugas Sat Lantas Polres Bogor bersama petugas Dishub Kabupaten Bogor mengarahkan kendaraan wisatawan saat penyekatan kendaraan nomor polisi ganjil genap di jalur wisata Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Ia juga menyebut skema itu diberlakukan di Mengkreng, Kediri, Jawa Timur hingga di Bali dan Medan, Sumatera Utara.

“Di Mengkreng juga demikian, di Jawa Timur. Termasuk juga yang di Bali. Di Bali juga dilakukan contra flow dan termasuk one way,” ucap Agus.

“Termasuk juga sekarang kemungkinan yang ada di Medan karena juga ada cara bertindak khusus. Itu juga aktivitas masyarakat merayakan Natal juga cukup banyak,” tambahnya.

Namun, penggunaan skema contraflow dan one way masih bersifat situasional.

“(Saat ini) Masih aman,” ucap Agus.

Foto udara antrean kendaraan memasuki kapal penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Senin (1/1/2024). Foto: Budi Candra Setya/Antara Foto

Adapun musim Nataru diprediksi akan menemui puncak arus mudik pada 20-24 Desember 2025 dan puncak arus balik pada 28 Desember 2025-4 Januari 2026.

Agus memprediksi 2,9 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta pada periode itu.

“Kalau proyeksi pergerakan kendaraan dari Jakarta ini kan 2,9 juta. Itu yang keluar baik itu ke arah Sumatera dan Transjawa termasuk Bandung. Tetapi proyeksi arus balik itu 2,8 (juta). Ini total lalin yang ada di jalan tol,” ucap Agus.