Aturan Debat Pertama Capres AS: Matikan Mikrofon saat Bukan Giliran Bicara

26 Juni 2024 17:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden berpartisipasi dalam debat kampanye presiden 2020 pertama mereka di kampus Klinik Cleveland, di Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio, AS. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden berpartisipasi dalam debat kampanye presiden 2020 pertama mereka di kampus Klinik Cleveland, di Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio, AS. Foto: Reuters
ADVERTISEMENT
Presiden Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump akan kembali bertarung dalam debat calon presiden Amerika Serikat tahun ini.
ADVERTISEMENT
Debat pertama pemilu 2024 akan diadakan pada 27 Juni waktu setempat di Atlanta. Debat akan berlangsung pukul 9 malam ET atau 8 pagi WIB.
CNN menjadi tuan rumah debat pertama ini. Dikutip dari USA Today, debat akan menerapkan beberapa aturan baru.
Pertama, mikrofon kedua kandidat akan dimatikan saat bukan giliran mereka berbicara.
Selain itu, mereka tidak diperbolehkan berinteraksi dengan staf kampanye selama dua jeda iklan.
Kemudian telah dilakukan pelemparan koin untuk menentukan posisi podium dan urutan pernyataan penutup.
Menurut CNN, tim kampanye Biden memenangkan lempar koin dan memilih podium di sebelah kanan penonton. Hasilnya, tim Trump memilih menyampaikan pernyataan penutup malam nanti.
Aturan baru ini muncul setelah Trump dan Biden memutuskan untuk menghindari Komisi Debat Presiden dan memutuskan tanggal debat yang lebih awal.
ADVERTISEMENT
Debat kedua akan berlangsung pada 10 September dan dipandu oleh ABC.
Mengenai isu yang akan dibahas dalam debat pertama, warga AS berharap capresnya membahas keadaan ekonomi dan kebijakan imigrasi.
Ada kemungkinan Trump dan Biden juga akan menyinggung soal pandangannya di politik internasional.
Donald Trump dan Joe Biden. Foto: Jonathan Ernst/Reuters

Visi dan Peran Capres Menyikapi Isu Global

Dikutip dari AFP, kedua kandidat menawarkan visi yang berbeda mengenai peran AS di dunia.
Trump, selama masa kepresidenannya, menekankan kebijakan “America First” dengan pendekatan agresif dan isolasionis.
Sebaliknya, Biden berjanji untuk mengembalikan posisi AS di panggung global dan memperkuat hubungan dengan sekutu-sekutunya.
Rusia dan Ukraina
Presiden AS Joe Biden disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky selama kunjungan di Kiev, Ukraina, Senin (20/2/2023). Foto: Dimitar DILKOFF / AFP
Biden memimpin upaya internasional untuk mendukung Ukraina melawan invasi Rusia dengan dukungan sebesar 175 miliar USD dari Kongres AS.
Di sisi lain, Trump skeptis terhadap bantuan ini dan mengusulkan pendekatan gencatan senjata yang ditolak Biden.
ADVERTISEMENT
Timur Tengah
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Abdullah bin Zayed menunjukkan perjanjian damai Israel, UEA, dan Bahrain. Foto: Tom Brenner/REUTERS
Trump dikenal mendukung Israel dengan memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem.
Sementara itu, Biden, meskipun mendukung Israel, kini menunjukkan ketegangan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait korban sipil Palestina. Pihaknya juga mengeklaim telah membekukan pengiriman senjata.
China dan Korea Utara
Suasana pertemuan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dengan Direktur Kantor Komisi Urusan Luar Negeri Pusat China Wang Yi di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing pada Senin (19/6/2023). Foto: Leah Millis/AFP
Biden dan Trump sepakat bahwa China adalah saingan utama AS, namun dengan pendekatan berbeda.
Biden memberlakukan larangan ekspor semikonduktor dan mendorong kerja sama di bidang tertentu.
Trump, sebaliknya, bersikap lebih agresif dengan ancaman tarif tinggi.
Terhadap Korut, Trump memuji pimpinan Kim Jong-un dan menggelar pertemuan diplomatik walau tidak menghasilkan kesepakatan permanen.