Aturan Unik Dusun di Sleman, Unggas yang Berkeliaran jadi Milik Umum
·waktu baca 2 menit

Dusun Bayeman, Kalurahan Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, punya peraturan unik. Hewan ternak unggas tak boleh berkeliaran bebas dan harus dikandangi.
Apabila unggas diumbar atau dibiarkan berkeliaran secara bebas, maka menjadi milik umum.
Ulu-ulu atau Kasi Kesejahteraan Kalurahan Bangunkerto, Eko Destriyanto, membenarkan adanya peraturan yang tertuang dalam perdus (peraturan dusun) ini.
"Sejak, mungkin, tahun 2022 (aturan itu)," kata Eko saat dihubungi kumparan, Sabtu (20/5).
Perdus dibuat berawal dari para petani salak yang mulai beralih menanam hortikultura seperti cabai hingga bayam. Saat itu banyak unggas yang meresahkan dan merusak tanaman.
"Dari situ kok meresahkan si unggas tersebut memakan tanaman yang petani yang coba ditanam, kan gitu. Nah dibuatlah gagasan seperti itu," katanya.
Selain itu banyak warga yang merasa terganggu dengan kotoran unggas. Contohnya, warga tersebut tak memiliki unggas tapi di terasnya banyak tahi dari unggas milik warga lain.
Eko mengatakan perdus ini merupakan kesepakatan warga bersama. Tak ada larangan warga memelihara unggas tetapi harus dirawat dengan rapi dengan cara dikandang.
"Peraturan dusun tidak melarang untuk memelihara, itu tidak. Cuma merapikan juga merawat dalam artian itu di rumahnya masing-masing (dikandangi)," katanya.
Eko juga membenarkan unggas yang berkeliaran bakalan jadi milik umum. "Ketika itu nanti semisal masih si A tidak punya (unggas) tapi kok ada yang berkeliaran di situ nah itu menjadi milik si A," ujarnya.
Meski begitu, sepengetahuan Eko toleransi antar warga masih ada. Warga saling mengingatkan apabila ada unggas milik warga lain yang berkeliaran.
"Tapi yang di luar yang saya ketahui, enggak tahu kalau dilalahe disaut bar itu dibeleh (misal ada yang ngambil unggas liar lalu disembelih) ya enggak ngerti kan," katanya.
Selain di Bayeman, peraturan serupa juga ada di Dusun Kendal. Total ada 2 lokasi di kalurahan ini yang menerapkan peraturan unik ini.
"Di dusun kendal juga ada sudah berlaku juga. Iya ketika ada itu satu dua (pro kontra) pasti. Tapi melihat tujuannya bagus warga yang egois juga mereda," katanya.
