AU Kanada Perdana Kunjungi Jakarta, Pamer Pesawat Patroli CP-140 Aurora

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Canadian Royal Air Force Aurora CP-140 mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Aliyya Bunga/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Canadian Royal Air Force Aurora CP-140 mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Aliyya Bunga/kumparan

Angkatan Udara Kanada (The Royal Canadian Air Force/RCAF) untuk pertama kalinya tiba di Jakarta, pada Rabu (22/11). Kunjungan RCAF menandai satu tahun kesepakatan Indo-Pacific Strategy — komitmen kerja sama di bidang pertahanan yang secara resmi diluncurkan pada 27 November 2022.

Salah satu armada unggulan RCAF yang telah menjalankan misinya di Kanada sejak 1980-an, pesawat patroli CP-140 Aurora, melakukan pendaratan perdana di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma sekitar pukul 15.00 WIB.

Pilot RCAF CP-140, Sergeant Scott MacDonald, mengaku antusias terhadap kunjungan pertama kalinya ke Indonesia ini.

Canadian Royal Air Force Aurora CP-140 mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Aliyya Bunga/kumparan

MacDonald mengatakan, RCAF ingin memamerkan keunggulan CP-140 kepada Angkatan Udara RI, sekaligus melakukan pertukaran ahli dan memperdalam kerja sama kedua negara di bidang pertahanan.

"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk datang ke Indonesia dan bertemu dengan Angkatan Udara Indonesia dan memamerkan pesawat kami, dan kemudian mulai dari Kanada untuk mengetahui lebih jauh mengenai apa yang dilakukan oleh Aurora. Ini adalah pesawat CP-140 Aurora yang telah kami terbangkan di Kanada sejak tahun 80-an," ujar MacDonald.

Pilot yang telah mengabdi untuk RCAF sejak 2013 ini mengatakan, cp-140 memiliki sejumlah keunggulan sebagai pesawat patroli jarak jauh yang tangguh. Hal itu, kata MacDonald, termasuk pencarian, memberi intelijen maritim dan darat, pengawasan, penyelamatan, operasi anti-kapal selam dan anti-persenjataan darat, serta koordinasi serangan.

Canadian Royal Air Force Aurora CP-140 mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Aliyya Bunga/kumparan

Sistem yang dimiliki Aurora CP-140 bahkan bisa membantu lembaga pemerintah untuk memerangi penangkapan ikan ilegal, mendeteksi sumber polusi, rute perdagangan narkoba, dan banyak lagi.

"Peran kami lebih banyak memberikan layanan kepada pemerintah jadi jika itu seperti perikanan dalam patroli atau pengawasan di udara, kami merekam videonya dan kemudian Penjaga Pantai dan hal yang berbeda akan datang dan membantu mengadili," jelas MacDonald.

Sebagai pesawat patroli, sambung MacDonald, CP-140 dilengkapi dengan kamera canggih, perlengkapan radio, dan perangkat khusus untuk mendeteksi kapal selam di bawah air.

"Kami melakukan banyak hal di seluruh dunia. Jadi peran utama kami adalah operasi anti-kapal selam," jelasnya.

Canadian Royal Air Force Aurora CP-140 mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Aliyya Bunga/kumparan

"Kami mengejar kapal selam di bawah air, kami sering melakukan patroli di Timur Tengah — entah itu pengawasan maritim, atau bekerja sama dengan departemen pemerintah lainnya, pasukan penjaga pantai, pencarian dan penyelamatan," tambah MacDonald.

Adapun secara teknis, CP-140 Aurora memiliki panjang 35,61 meter dengan lebar sayap 30,7 meter dan berat 64.410 kg. CP-140 Aurora dapat terbang dengan kecepatan maksimal 750 km/jam, menjangkau sejauh 7.400 km, dan memiliki empat mesin turboprop.

Canadian Royal Air Force Aurora CP-140 mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Aliyya Bunga/kumparan

"Jadi pesawat ini dapat beroperasi secara global dan telah beroperasi di seluruh dunia. Jadi ini adalah karakteristik dari pesawat itu sendiri. Pesawat ini memiliki jangkauan yang sangat jauh, yang memungkinkannya untuk beroperasi dengan baik di atas lautan," ucap MacDonald.

Pesawat hasil produksi perusahaan industri pertahanan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin, tersebut akan bertengger di Jakarta, hingga Sabtu (25/11).

Memperkuat Kerja Sama Pertahanan

Sejak 2005, Kanada dan Indonesia telah menjalin kerja sama militer dan sering kali melakukan latihan gabungan. Sebelumnya, Kanada berpartisipasi dalam Super Garuda Shield 2023 pada September lalu bersama negara-negara mitra Indonesia lainnya, termasuk Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Adapun pada Juli lalu, kapal perang Angkatan Laut Diraja Kanada (His Majesty's Canadian Ship/HMCS) berlabuh di Surabaya, sebagai bagian dari Indo-Pacific Strategy.

Atase Pertahanan Kedutaan Besar Kanada di Jakarta, Kolonel Stewart Taylor di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Aliyya Bunga/kumparan

Atase Pertahanan Kedutaan Besar Kanada di Jakarta, Kolonel Stewart Taylor, mengatakan Indo-Pacific Strategy didukung oleh investasi Kanada sebesar USD 2,3 miliar (Rp 36 triliun) untuk kawasan Indo-Pasifik.

Investasi dalam jumlah fantastis itu, kata Taylor, adalah salah satu bentuk komitmen Kanada untuk memperkuat komitmennya sebagai kontributor perdamaian dan keamanan di Indo-Pasifik.

"Kanada berkomitmen untuk memperkuat kehadiran militer kami di Indo Pasifik untuk meningkatkan hubungan pertahanan dan keamanan kami dengan mitra-mitra utama kami, memperluas upaya pengembangan kapasitas kami dan meningkatkan partisipasi dalam latihan militer di seluruh kawasan ini," jelas dia.

Canadian Royal Air Force Aurora CP-140 mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Aliyya Bunga/kumparan

"Partisipasi berkelanjutan Kanada dalam kegiatan-kegiatan ini seperti kunjungan Angkatan Udara Kanada saat ini, menurut saya, merupakan ekspresi nyata dari kemitraan yang berkembang antara Kanada, dan kemitraan yang didasarkan pada nilai-nilai dan kepentingan bersama," tutup dia.