Aulia soal Tinggalkan Gerindra ke PSI: Bobby Tak Campur Tangan, Justru Kaget

Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman resmi menjadi kader PSI sejak Kamis (25/7) lalu. Aulia memilih hengkang dari Gerindra demi tiket Pilwalkot Medan.
Aulia bilang, keluarnya ia dari Gerindra ternyata mengagetkan pendampingnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution. Sebab, Bobby baru-baru ini bergabung ke Gerindra usai tak dianggap oleh PDIP.
“Enggak ada hubungan sama dia (Bobby). Politik provinsi dan kota itu jelas enggak sama. Pak Wali itu urusan dia, politik dia,” kata Aulia saat dihubungi, Jumat (2/8).
“Saya politik kota saya sendiri yang urus tanpa ada campur tangan dia. Dan Pak Wali sendiri juga kaget dia, saya bisa masuk PSI. Kaget dia,” sambungnya.
Meski begitu, Aulia tak menjelaskan lebih rinci momen kagetnya menantu Presiden Jokowi itu.
Demi tiket
Aulia bilang, ia memilih menjadi kader PSI demi tiket Pilwalkot Medan.
Sebab, Gerindra, yang saat itu parpolnya, justru mendukung keponakan Surya Paloh, Rico Waas, untuk kontestasi Pilwalkot. Meski begitu, Aulia mengaku tak ada kekecewaan terhadap Gerindra.
Sebab, menurutnya itu adalah keputusan DPP Gerindra.
“Enggak (kecewa), itu kan emang keputusan DPP (Gerindra) ya. Nah kita ya harus terima apa yang jadi keputusan DPP,” jelasnya.
Dengan dukungan PSI ini, Aulia belum bisa maju. Sebab, PSI hanya punya 4 kursi di DPRD Medan. Sementara, syarat minimalnya adalah 10 kursi.
Namun, Aulia menyebut ia sudah menjalin komunikasi dengan PKS. Bahkan, ia juga meminta agar pendampingnya berasal dari PKS.
Bila PSI dan PKS berkoalisi untuk mendukung Aulia, ia sudah punya jalan mulus. Sebab total kursinya menjadi 12 kursi.
Pede lawan keponakan Paloh
Aulia mengaku optimis bisa melawan kubu lawan. Salah satu yang berpotensi adalah usungan Gerindra dan NasDem, yakni Rico Waas.
Dua partai ini sudah bisa mengusung calon wali kota. Sebab, NasDem punya 5 kursi dan Gerindra 6 kursi.
Menurut Aulia, ia sudah punya pengalaman di pemerintahan. Jadi, itu akan menjadi modal kuatnya untuk melaju di Pilwalkot Medan.
“Keyakinan saya dari bawah banyak yang mendorong kita itu yang memperkuat keyakinan saya. Dan kita sudah paham tentang birokrasi” kata dia.
