Australia Gelar Pemilu 3 Mei, Persaingan Ketat PM Albanese vs Dutton

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berfoto bersama setelah menghadiri pertemuan Pembangunan Berkelanjutan dan Transisi Energi di Pertemuan Para Pemimpin G20 di Rio de Janeiro, Brasil, pada tanggal 19 November 2024. Foto: MAURO PIMENTEL/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berfoto bersama setelah menghadiri pertemuan Pembangunan Berkelanjutan dan Transisi Energi di Pertemuan Para Pemimpin G20 di Rio de Janeiro, Brasil, pada tanggal 19 November 2024. Foto: MAURO PIMENTEL/AFP

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memastikan pemilihan umum akan segera digelar. Laporan media lokal menyebut tanggal 3 Mei sebagai hari pemungutan suara.

Masa jabatan pemerintahan Partai Buruh Albanese mendekati akhir.

Sesuai aturan, pemilu harus berlangsung paling lambat 17 Mei.

Jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat antara pemerintah dan oposisi konservatif yang dipimpin Peter Dutton.

“Pemilu akan segera dilaksanakan,” kata Albanese dalam wawancara radio, seperti diberitakan AFP, Kamis (27/3).

Pemerintah merilis anggaran tahunan awal pekan ini dengan pemotongan pajak dan insentif ekonomi lainnya.

Peter Dutton. Foto: AFP/STR

Dutton (54 tahun), menuduh Albanese gagal mengendalikan inflasi dan menyebutnya pemimpin yang “lemah”.

Salah satu kebijakan utama Dutton adalah rencana membangun tujuh reaktor nuklir senilai USD 200 miliar, yang dinilai menghambat pertumbuhan energi terbarukan.

Biaya hidup menjadi isu utama pemilu kali ini. Inflasi turun dari 7,8 persen pada 2022 menjadi 2,4 persen pada Desember, tetapi banyak rumah tangga masih kesulitan menghadapi harga pangan, bahan bakar, dan listrik yang tinggi.

Menurut laporan Demographia, Sydney dan Melbourne kini termasuk dalam 10 pasar perumahan paling mahal di dunia.