kumparan
19 Oktober 2019 11:01

Autopsi Bangkai Kucing Dicekoki Ciu Selesai 22 Oktober

Kucing hitam
Kucing hitam. Foto: Pixabay
Kasus video kucing dicecoki ciu tengah diusut Polres Tulungagung. Bangkai kucing itu sudah dibawa ke Puslabfor Polda Jatim untuk memastikan penyebab kematiannya.
ADVERTISEMENT
Autopsi di kasus video kucing dicekoki ciu dilakukan karena pengunggah video, Ahmad Azzam, mengaku berbohong soal ciu. Ahmad mengatakan kucing itu diminumi air kelapa karena memakan tikus yang diracun.
Pelapor yang juga Ketua Animal Defender Indonesia, Doni Herdaru, mengatakan autopsi diperkirakan selesai pada Selasa (22/10).
"Autopsi bangkai kucing terkait, sedang dilakukan di Puslabfor Polda Jatim, dan diperkirakan hari Selasa 22 Oktober 2019 akan keluar hasilnya. Apakah ada alkohol atau racun tikus terlarut dalam organ tubuh kucing," kata Doni dalam siaran persnya, Sabtu (19/10).
Surat pelaporan polisi, Kucing, Ciu, POTRAIT
Surat tanda pelaporan polisi terkait kasus dugaan kucing dicekoki ciu. Foto: Dok. Istimewa
Doni meragukan keterangan pengunggah video kucing dicekoki ciu. Ia berharap tak ada penggiringan opini bahwa pelaku mencecoki kucing yang keracunan dengan air kelapa tanpa menunggu hasil autopsi.
ADVERTISEMENT
Dia juga meminta media untuk tak melabeli kasus tersebut dengan kasus hoaks dan menunggu hasil autopsi. "Apabila masih ada media yang melabelkan hoax setelah imbauan ini, kami akan mempertimbangkan melaporkan ke Dewan Pers," ujarnya.
Doni menjelaskan pihaknya melaporkan pengunggah video kucing dicecoki ciu karena keresahan masyarakat. Mereka melapor atas dugaan pelanggaran UU ITE yang fokusnya pada video meresahkan, bukan cairan yang diminumkan ke kucing.
"Masyarakat luas yang resah akibat video tersebut, bukanlah pencipta hoaks. Namun bereaksi atas video yang dibuat dan diunggah oleh pelaku dengan narasi yang provokatif," tegasnya.
Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi, mengatakan saat ini kasus yang melibatkan Ahmad Azzam masih dalam proses penyelidikan. Belum ada tersangka yang ditetapkan.
ADVERTISEMENT
"Karena belum ada tersangka maka yang bersangkutan (Ahmad Azzam) tidak kami tahan," kata Hendi, Jumat (18/10).
Polisi akan memastikan, cerita Ahmad Azzam soal kucing itu mati karena memakan tikus yang diracun adalah benar.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku bahwa air yang diminumkan ke kucing ini bukanlah minuman keras jenis ciu, melainkan air kelapa.
"Pelaku sengaja menulis bahwa itu air minuman keras ciu agar mendapat komentar dari followers Instagram-nya," ujar Hendi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan