Awak Pesawat Smart Air yang Jatuh di Tarakan Meninggal Dunia

10 Maret 2024 18:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pesawat Smart Air yang hilang kontak di Tarakan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Smart Air yang hilang kontak di Tarakan. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pesawat perintis milik maskapai Smart Air yang membawa sembako jatuh di Tarakan, Kaltara, Minggu (10/3). Menurut Kepala Desa Binuang, Kalvin Daud Ipid, awak mekanik pesawat tersebut ditemukan tak selamat.
ADVERTISEMENT
"Pilotnya selamat, sedangkan seorang mekanik meninggal dunia," kata Kalvin dilansir Antara, Minggu (10/3).
Kalvin menyebut, saat ini proses evakuasi kedua korban sedang berlangsung. Keduanya dievakuasi dengan menggunakan helikopter dari Tim SAR Satbrimob Polda Kaltara.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat, menyebut saat ini proses evakuasi pesawat Smart Air yang jatuh di Tarakan masih berlangsung. Ia menyebut, berdasarkan informasi saat ini, pilot pesawat ditemukan selamat.
"Infonya pilot pesawat terbang Smart Air sudah ditemukan dalam kondisi selamat. Detail menyusul," ucap Budi saat dihubungi kumparan, Minggu (10/3),
Saat ini, kata Budi, tim SAR dari Satbrimob Polda Kaltara sudah diterjunkan dan sedang mengevakuasi para korban. Dalam video yang diberikan oleh Budi, terlihat tim SAR turun dari helikopter dan mencoba meraih area pesawat jatuh yang ada di tengah hutan.
ADVERTISEMENT
Pesawat yang mengangkut 21 item dengan berat 583 itu diawaki oleh pilot Captain M Yusuf dan seorang mekanik bernama Deni. M Yusuf merupakan warga Bekasi Selatan sedangkan Deni berasal dari Pangandaran.
Pesawat tersebut hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, Jumat (8/3) pukul 08.25 WITA. Pesawat yang mengangkut gula, pasta gigi, kopi, hingga permen itu seharusnya mendarat di Binuang, Krayan, Nunukan, pada pukul 09.25 WITA di hari yang sama.