Awal Mula Pengeroyokan di Pluit Berujung Tewasnya Anggota TNI AD
·waktu baca 2 menit

Polisi mengungkap kejadian pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya seorang anggota TNI AD di kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (16/1) lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, pelaku berjumlah 4 orang dengan mengendarai 2 sepeda motor.
"Kemudian turun dan mendatangi para saksi satu per satu menanyakan 'Apakah kamu orang Kupang?" jelas Zulpan lewat keterangannya, Senin (17/1).
Salah seorang saksi bernama Sofyan yang ditanya menjawab dia bukan orang Kupang. Setelahnya, pelaku kemudian bertanya ke korban Sahdi yang merupakan anggota TNI, namun ia tidak menjawab.
"Akhirnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban Sahdi. Korban saling pukul dan satu pelaku berkaus hitam mencekik leher korban Sahdi sambil memegang tangan korban," ungkap Zulpan.
Kemudian, salah satu pelaku yang menggunakan kaus hitam menusuk korban sebanyak 2 kali hingga jatuh tersungkur.
"Selanjutnya pelaku kaus hitam dan biru secara acak menyerang orang yang ingin melerai pelaku," tambah Zulpan.
Akibatnya, 2 orang korban bernama Soleh dan Samsul tersabet senjata tajam yang dibawa oleh pelaku hingga mengalami luka.
Sebelumnya, polisi menangkap satu pelaku pengeroyokan seorang anggota TNI AD bernama Sahdi hingga tewas di kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara.
"Alhamdulillah, tadi malam kami amankan satu pelaku," ucap Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Febri Isman Jaya kepada wartawan.
Belum diketahui motif pengeroyokan ini. Polisi juga belum mengungkapkan identitas pelaku pengeroyokan.
