Awal Mula Turis di Bali Dipalak Sopir Taksi: Tarif Taksi Konvensional yang Mahal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar video viral. Dok: Ist.
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar video viral. Dok: Ist.

Polisi mengungkap identitas turis yang dipalak karena menggunakan taksi online di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

Korban merupakan turis mancanegara bernama Calysta T Ng berusia 27 tahun. Korban berasal dari Singapura.

"Korban adalah Calysta T Ng, Perempuan, 27 tahun, Kewarganegaraan Singapura," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Satake Bayu Setianto, Rabu (21/4).

Sementara pelaku merupakan sopir taksi konvensional bernama Kadek Eka Putra dengan usia 40 tahun. Pelaku berasal dari Kabupaten Bangli, Bali.

Tarif Taksi Online Rp 270 Ribu

Kasus ini bermula pada saat pegawai vila memberitahukan ada tamu yang hendak check-out dari penginapan ke Pos Transportasi Padang Linjong, Desa Canggu, pada Selasa (20/6) pukul 09.50 WITA.

Pelaku lalu berkendara dengan mobil ke area vila. Pelaku menawarkan jasa transportasi kepada korban di depan sebuah restoran yang terletak di samping vila pada pukul 10.00 WITA.

Pelaku mematok biaya perjalanan dari penginapan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai senilai Rp 270 ribu. Korban menolak dan memilih menggunakan transportasi online—saat kumparan mengecek, tarifnya Rp 103 ribu.

"Selang beberapa menit transportasi online datang dan menaikkan korban tersebut. Kemudian pelaku memberi tahu kepada sopir online bahwa tidak boleh pick-up tamu di wilayah tersebut," katanya.

Biaya dari hotel korban pemalakan ke bandara. Dok: kumparan.

Korban memutuskan menawarkan pelaku uang senilai Rp 100 ribu agar taksi online yang ditumpanginya dipersilakan melaju. Pelaku justru meminta uang tambahan menjadi Rp 150 ribu.

Pelaku mengancam membawa korban ke kantor desa adat jika tidak memberikan uang dengan nilai yang sesuai keinginannya.

"Apabila (pelaku) tidak diberikan (uang) akan diajak (korban) ke kantor desa," katanya.

Pelaku menerima uang Rp 100 ribu dari korban setelah berdebat cukup tegang. Pelaku selanjutnya kembali ke pangkalan.

Video perdebatan antara pelaku dan korban viral di media sosial. Pada hari yang sama, polisi menangkap pelaku di lokasi yang sama. Pelaku selanjutnya diamankan oleh pihak kepolisian.

Pihak Desa Adat Canggu belum menanggapi terkait penggunaan transportasi online dan konvensional di wilayah tersebut.