News
·
16 Maret 2021 14:22

Awalnya Kemenkes Tahu Masa Simpan Vaksin Sinovac 3 Tahun, tapi Acuan BPOM Beda

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Awalnya Kemenkes Tahu Masa Simpan Vaksin Sinovac 3 Tahun, tapi Acuan BPOM Beda (795060)
searchPerbesar
Ilustrasi vaksin corona dari Sinovac. Foto: Thomas Peter/REUTERS
Jubir vaksinasi corona Kemenkes dr Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan isu vaksin coronavac Sinovac habis masa/usia simpan (shelf life) pada 25 Maret 2021.
ADVERTISEMENT
Vaksin tersebut adalah vaksin Sinovac siap pakai yang tiba pada Desember 2020, jumlahnya 1,2 juta dosis. Sementara ada juga 1,8 juta dosis yang habis masa simpannya pada Mei 2021.
"Nah, kita tahu bahwa vaksin 3 juta ini diproduksi di antara kurun waktu September sampai dengan November 2020, dengan shelf life atau masa simpan yang dari produsen kita ketahui bersama selama tiga tahun," kata Nadia dalam jumpa pers virtual, Selasa (16/3).
Sehingga, Kemenkes awalnya mengetahui vaksin ini akan bisa digunakan sampai dengan 2023. Lalu, pada saat Badan POM mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA), ternyata dasarnya berbeda.
"BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat ini adalah terkait adanya data stabilitas dari vaksin tersebut. Nah, data yang diterima oleh BPOM saat mengkaji untuk penggunaan darurat vaksin Sinovac ini adalah baru tiga bulan sehingga shelf life atau masa simpan yang dikeluarkan oleh Badan POM ini adalah selama 6 bulan," ungkap Nadia.
Awalnya Kemenkes Tahu Masa Simpan Vaksin Sinovac 3 Tahun, tapi Acuan BPOM Beda (795061)
searchPerbesar
Jubir vaksinasi corona dari Kemenkes Dr. Siti Nadia Tarmizi. Foto: kumparan
Tentunya kita tahu produk yang kita gunakan ini dengan data stability 3 bulan sehingga shelf life yang akan dikeluarkan itu adalah selama 6 bulan. Jadi, ditegaskan Nadia, artinya bukan ada percepatan penentuan masa simpan dari BPOM.
ADVERTISEMENT
"Sehingga berdasarkan data tersebut BPOM menentukan masa simpan vaksin yang 1,2 juta itu akan dinyatakan sebagai habis masa simpannya pada tanggal 25 Maret 2021, sementara kalau kita berbicara yang 1,8 juta itu masih akan habis masa simpannya sampai dengan Mei 2021," jelas Nadia.
"Dan hal ini tentunya untuk memastikan keamanan dan khasiat dari vaksin yang tentunya kita berikan kepada masyarakat," tutup Nadia.