Awas, Kasus Positif Corona di Jawa Tengah Meningkat Drastis

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Bakti Bawono Adisasmito. Foto: BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Bakti Bawono Adisasmito. Foto: BNPB

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memberi peringatan soal jumlah pasien positif corona di Jawa Tengah yang meningkat drastis.

Menurut Jubir Gugus Tugas, Prof Wiku Adisasmito, Jawa Tengah kini menempati peringkat 3 secara nasional untuk jumlah penderita positif corona.

"Dulunya peringkat 4 jadi 3, perlu jadi perhatian masyarakat Jawa Tengah," ujar Wiku dalam jumpa pers, Selasa (4/8).

Penderita positif corona di Jawa Tengah mencapai 9.659, di atasnya ada Jawa Timur dengan 22.324, lalu DKI 21.767.

Sedang setelah Jateng, ada Sulsel 9.662 dan Jawa Barat dengan 6.584.

"Pemda dan masyarakat harus tetap waspada dan patuh pada protokol kesehatan," beber Wiku.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Bakti Bawono Adisasmito memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jumat (24/7). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Sedang 5 provinsi dengan kasus terendah dan harus dijaga agar tidak meningkat yakni NTT (145), Jambi (168), Kepulauan babel (193), Sulteng (207), dan Bengkulu (218).

Sedang untuk angka kematian karena corona, Jawa Timur menduduki peringkat pertama dengan 1719, kedua DKI 840, Jawa Tengah 637, Sulsel 321, dan Kalsel 295.

"Apabila kita bisa melakukan penanganan kasus lebih baik, cepat, terutama pasien yang menderita comorbid atau lansia, harapannya yang meninggal bisa ditekan semakin rendah. Perlu jadi perhatian semua, Pemda, RS, Tenaga kesehatan dan masyarakat agar jangan terlambat menangani kasus COVID," tutup dia.