Ayah Tak Pulang, Ibu Tiada: Siswa di Ciamis Ini Ambil Rapor Ditemani Damkar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas Damkar Ciamis saat menjalankan "Tugas" menjadi Wali Murid salah satu Siswa SMPN 3 Banjarsari. Foto: Dok. Damkar & Penyelamatan Satpol PP Ciamis
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Damkar Ciamis saat menjalankan "Tugas" menjadi Wali Murid salah satu Siswa SMPN 3 Banjarsari. Foto: Dok. Damkar & Penyelamatan Satpol PP Ciamis

Suasana haru menyelimuti hari pengambilan rapor di SMPN 3 Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (20/6). Di antara ratusan siswa yang melakukan pengambilan rapor hari ini, ada Adi Taufik Suhartono, siswa kelas IX D, yang diantar petugas Damkar sebagai pengganti kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia.

Ibunda Adi telah meninggal dunia, sementara sang ayah sudah 10 tahun tak pulang ke rumah.

Komandan Regu 1 Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis di Wilayah Pos WMK Banjarsari, Dikri Nur Dena Tama mengatakan, pada Rabu (17/6) sore ada pihak keluarga yang menghubungi pihak Damkar Ciamis.

Petugas Damkar Ciamis saat menjalankan "Tugas" menjadi Wali Murid salah satu Siswa SMPN 3 Banjarsari. Foto: Dok. Damkar & Penyelamatan Satpol PP Ciamis

"Pada Rabu sore ada keluarga dari Adi Taufik Suhartono yang menghubungi Damkar untuk datang di acara pengambilan rapot dan perpisahan pada hari Kamis (18/6)," ujarnya saat berbincang dengan kumparan, Sabtu (20/6).

Mendapat informasi tersebut Dikri langsung bergegas ke SMPN 3 Banjarsari untuk menjadi 'orang tua' bagi Adi dalam proses pengambilan rapor dan prosesi sungkeman tersebut.

Dikri sempat menanyakan kepada pihak keluarga alasan meminta bantuan Damkar Ciamis. Ternyata, penjelasan yang diterima Dikri bikin terenyuh.

"Saya tanya dulu apakah tidak ada orangtuanya. Ternyata ibunya sudah meninggal dan ayahnya sudah sepuluh tahun tidak ada kabar dan tidak pernah pulang," terangnya.

Petugas Damkar Ciamis saat menjalankan "Tugas" menjadi Wali Murid salah satu Siswa SMPN 3 Banjarsari. Foto: Dok. Damkar & Penyelamatan Satpol PP Ciamis

Setelah mendapatkan izin dari atasannya, ia menyanggupi mengambil rapot dan mengikuti acara sungkeman dan perpisahan.

"Pada hari Kamis saya sebenarnya lepas piket. Tetapi karena tidak ada acara, saya putuskan datang. Terlebih saya terenyuh mendengar kisah dari si adik ini," ujarnya.

Bahkan, kedatangannya juga tak sepengetahuan dari Adi Taufik Suhartono. Hal yang membuat Dikri merasa tersentuh untuk kedua kalinya yakni karena Adi tampak kebingungan saat kegiatan sungkeman di acara perpisahan.

Sebab, semua siswa-siswi sudah duduk bersama orangtuanya masing-masing untuk sungkeman. Sedangkan Adi terlihat kebingungan.

Petugas Damkar Ciamis saat menjalankan "Tugas" menjadi Wali Murid salah satu Siswa SMPN 3 Banjarsari. Foto: Dok. Damkar & Penyelamatan Satpol PP Ciamis

"Adi tampak bingung karena tidak ada yang disungkemi. Saya pun ketika tiba dan disungkemi Adi, saya menangis," ucapnya.

Sementara itu, hasil rapot Adi terbilang bagus. Menurutnya tidak ada nilai yang jelek. Dikri juga kagum dengan sosok Adi yang ternyata juga bekerja untuk memenuhi kebutuhannya.

"Bahkan Adi juga membantu kebutuhan kakaknya yang SMA. Adi sudah kerja serabutan sejak kelas 1 SMP sampai sekarang duduk di kelas IX SMP.

"Saya salut dengan Adi. Selama lima tahun kerja sebagai petugas Damkar, kisah seperti ini pertama kali bagi saya," kata Dikri.