Ayo Berkurban Penuh Makna untuk Saudara Kita di Ambon

Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari. Semua bersuka cita menyambut hari besar yang identik dengan ibadah kurban itu.
Di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, merayakan kurban dengan caranya masing-masing. Namun tak semua yang bisa memaknai hari raya tersebut dengan sebenar-benarnya.
Salah satu cara memaknai Hari Raya Idul Adha adalah dengan melakukan ibadah kurban. Dengan berkurban, kamu bisa berbagi kasih dengan mereka yang secara tak beruntung secara materi.
Maksudnya, tak semua orang di negeri ini mampu merasakan nikmatnya daging sapi. Lewat Hari Raya Idul Adha inilah arti kebersamaan bisa dirasakan oleh semua, tanpa terkecuali.
Di Ambon misalnya. Meski penduduknya bukan mayoritas Muslim, namun suasana jelang Idul Adha di sana juga cukup ramai.
Rifai yang merupakan Koordinator Wilayah LAZISMU Ambon mengatakan, biasanya masjid-masjid sudah mulai membuka pengumuman dibukanya penyaluran hewan kurban sepekan sebelum Idul Adha. Layaknya di Jakarta, pedagang hewan kurban dari mulai sapi, kambing hingga domba mulai memenuhi sudut perkotaan dan perkampungan.
Anak-anak kecil pun biasanya ramai mengunjungi tempat dijualnya hewan kurban ketika sore hari tiba.
"Mereka biasanya ya cuma pengen lihat atau sekadar makan saja," kata Rifai kepada kumparan (kumparan.com), Senin (28/8).
Ia menambahkan, ada satu lagi tradisi di Ambon jelang Idul Adha. Tradisi tersebut dinamakan Hadrat.
Hadrat adalah tradisi mengarak hewan kurban keliling desa sehari sebelum proses pemotongan.
"Hewan kurban diarak dengan iringan musik khas Ambon, Tifa," ungkapnya.
Tradisi ini bermakna kurban merupakan hari penuh kebersamaan. Semua umat, tak cuma Islam boleh terlibat dalam tradisi ini.
"Biasanya ramai sekal. Hari ini ada persiapan Hadrat. Ada upacara yang diikuti lebih dari 10 nagari (desa)," ungkapnya.
Terkait dengan konsep kurban LAZISMU di wilayah Ambon, ia menyebut masih menunggu arahan pengurus pusat. Namun ia menyebut, tahun ini masih menjadi tahun percobaan.
"Kita menunggu arahan pusat. Biasanya nanti hewan kurbannya akan dibagikan ke yang berhak terlebih dahulu. Tapi kalau masih ada sisanya biasanya dibagikan ke seluruh kampung," tuturnya.
"Ini demi kebersamaan seperti yang saya bilang tadi," sambung Rifai.
Tahun ini kumparan bekerja sama dengan LAZISMU, yang merupakan kolaborasi dari badan pengelola zakat dari Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah siap membantu kamu yang ingin berkurban.
Berkurban lewat kumparan dan LAZISMU membuat kamu bisa berbagi dengan mereka yang hidup jauh dari keramaian. Kamu akan membantu mereka yang hidup di kawasan Terdepan, Terluar dan Tertinggal.
Dengan lebih menekankan pada spirit berbagi dan kebersamaan (filantropi). Idul Adha tahun ini, duet NU dan Muhammadiyah menggagas program Nusantara Berkurban untuk Indonesia Berkemajuan (NBIB).
Yuk berkurban di kumparan
